Bupati Tangerang Tekankan Peran PMII Hadapi Disrupsi Teknologi dan Era Post-Truth

Bupati Tangerang Tekankan Peran PMII Hadapi Disrupsi Teknologi dan Era Post-Truth

Dery20
By Dery20

Tangerang — Bupati Tangerang H. Moch. Maesyal Rasyid menegaskan pentingnya peran organisasi kepemudaan, khususnya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing di tengah disrupsi teknologi serta maraknya fenomena era post-truth.

Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat menutup Pelatihan Instruktur Wilayah (PIW) Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Provinsi Banten di Aula Gedung Diklat Kitri Bakti, Curug, Kabupaten Tangerang, Minggu (21/12/2025).

Dalam sambutannya, Bupati menyebut instruktur PMII memiliki peran strategis sebagai penjaga nalar sehat dan nilai keadaban di tengah derasnya arus informasi digital.

“Perkembangan teknologi membawa perubahan besar, namun juga memunculkan era post-truth, di mana fakta sering kali kalah oleh opini dan emosi. Di sinilah dibutuhkan figur-figur penjernih di tengah masyarakat, dan instruktur PMII memiliki peran penting itu,” ujar Maesyal Rasyid.

Ia menjelaskan, instruktur tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi kaderisasi, tetapi juga sebagai pembentuk pola pikir, sikap, dan karakter kader agar memiliki integritas, literasi digital yang baik, serta kepedulian sosial.

Menurutnya, Pelatihan Instruktur Wilayah merupakan ruang strategis kaderisasi intelektual dan kepemimpinan, sekaligus investasi jangka panjang dalam mencetak kader PMII yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi proses mencetak instruktur yang siap menghadapi dinamika sosial, politik, dan teknologi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Tangerang ke depan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompetitif.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Pemerintah membutuhkan pemikiran kritis, inovasi, serta kontrol sosial yang konstruktif dari pemuda dan mahasiswa,” katanya.

Ia berharap, melalui PIW ini lahir instruktur-instruktur PMII yang visioner, adaptif terhadap perubahan, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dan Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

(Sandhy)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *