TANGERANG – Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) resmi membentuk kepengurusan Cabang Kabupaten Tangerang dalam seremoni yang digelar di Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), Rabu (22/7/2026).
Pembentukan kepengurusan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan media.
Dalam kesempatan itu, Darmayani dikukuhkan sebagai Ketua LPER Kabupaten Tangerang, didampingi Eki Wilyantori sebagai Sekretaris, Mardiyanto sebagai Bendahara, serta Dr. Winanti, S.Kom., M.M., M.Kom. sebagai Dewan Pakar.
Sekretaris Jenderal LPER yang juga Rektor UNIPI, Prof. Dr. Francisca Sestri, mengatakan pembentukan kepengurusan baru merupakan bagian dari perjalanan LPER yang selama 11 tahun konsisten menjalankan program sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara LPER dan UNIPI telah terjalin sejak beberapa tahun terakhir dan terus diperkuat melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat, penelitian, hingga pendampingan bagi pelaku usaha mikro.
Ketua Harian LPER, Bakri Maulana, S.E., M.P., menegaskan bahwa seremoni pembukaan kepengurusan sejatinya hanya bersifat simbolis. Pasalnya, kolaborasi antara LPER dan UNIPI telah berlangsung sejak 2021 dan menghasilkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan dan Pengembangan LPER, Ir. Eka Mardiyanti, menekankan pentingnya pendampingan literasi digital bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara tepat menjadi salah satu kunci meningkatkan daya saing UMKM di era digital.
Ketua Umum LPER, Drs. Haryo Tienmar, Ak., M.E., CPA., CA., menyampaikan bahwa LPER terus mengembangkan pendekatan kolaboratif berbasis pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
Ia menjelaskan, kepengurusan LPER diperkuat oleh kalangan profesional, pelaku bisnis, serta akademisi, termasuk tiga guru besar dari Universitas Medan Area (UMA), UNIPI, dan Universitas Syiah Kuala (USK).
“Kami ingin mendorong usaha mikro berkembang menjadi usaha kecil, kemudian menengah hingga mampu naik kelas menjadi usaha berskala besar melalui pendampingan yang berkelanjutan,” ujar Haryo.
Ketua LPER Kabupaten Tangerang, Darmayani, menyatakan siap menjalankan amanah organisasi dengan memperkuat berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu program prioritas yang akan dikembangkan ialah konsep “1.000 Telur 1 RW” yang digagas Ketua Umum Koperasi LPER, H. Mulyadi. Program tersebut direncanakan diterapkan di wilayah Pete, Kecamatan Tigaraksa, sembari menunggu persetujuan bantuan peternakan ayam petelur dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Selain itu, pengangkatan Dr. Winanti sebagai Dewan Pakar diharapkan mampu memperkuat pengembangan Kampung Tematik Drum Bujana sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.
Mewakili Rektorat UNIPI, Dr. Istajib Kulla Himmy Azz, S.ST., M.M., menyampaikan bahwa kerja sama antara UNIPI dan LPER telah berlangsung cukup lama, khususnya dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dan penelitian.
Ia mengungkapkan, salah satu bentuk kolaborasi yang telah berhasil diwujudkan ialah pendampingan pendaftaran hak merek “Teluria” milik Mulyadi Atma sebagai bagian dari pengembangan konsep “1.000 Telur 1 RW”. ujarnya.

Acara ditutup dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan dari Ketua Umum LPER kepada pengurus inti LPER Kabupaten Tangerang yang disaksikan pimpinan UNIPI, mahasiswa, serta para tamu undangan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dan ramah tamah sebagai penanda dimulainya kiprah LPER Kabupaten Tangerang dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.
(San)


