Hokkaido University dan Swiss German University Sambangi Rumah Melon Curug, Bangun Kolaborasi Global untuk Kemajuan Pertanian Kabupaten Tangerang

Hokkaido University dan Swiss German University Sambangi Rumah Melon Curug, Bangun Kolaborasi Global untuk Kemajuan Pertanian Kabupaten Tangerang

By Dery20

Tangerang – Rumah Melon Curug menjadi perhatian akademisi internasional. Sejumlah perwakilan dari Hokkaido University Jepang dan Swiss German University (SGU) mengunjungi sentra budidaya melon tersebut dalam rangka sharing pengalaman, pertukaran pengetahuan, dan penjajakan kolaborasi di bidang pertanian modern.

 

Kunjungan ini turut didampingi oleh perwakilan Bappeda Kabupaten Tangerang. Hadir langsung dari Hokkaido University, Saito Yoko, yang berdialog bersama petani mengenai inovasi teknologi pertanian, pengembangan budidaya melon, hingga peluang kerja sama riset yang dapat memberikan manfaat bagi petani lokal.

 

Pemilik Rumah Melon sekaligus Petani Melonial Tangerang, Ade Putra, mengatakan kunjungan akademisi dari perguruan tinggi ternama dunia merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi petani untuk terus berkembang.

 

“Kami merasa bangga Rumah Melon Curug dapat menjadi tempat belajar dan berdiskusi bersama akademisi internasional. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan, tetapi menjadi momentum untuk saling bertukar ilmu, pengalaman, dan teknologi agar pertanian di Kabupaten Tangerang semakin maju, modern, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Ade Putra.

 

Ia berharap sinergi antara petani, perguruan tinggi, dan pemerintah tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi nyata yang mampu melahirkan inovasi, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian lokal.

 

Selama kunjungan, rombongan meninjau langsung proses budidaya melon di Rumah Melon Curug, mulai dari sistem penanaman, pemeliharaan, hingga proses panen. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif dengan saling berbagi pengalaman mengenai praktik pertanian berkelanjutan yang diterapkan di Indonesia maupun Jepang.

 

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Tangerang memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan pertanian modern yang mampu menarik perhatian dunia akademik internasional. Diharapkan, kolaborasi lintas negara seperti ini dapat terus berlanjut guna mendorong lahirnya inovasi dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

 

(Sandhy)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version