TANGERANG — Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi memulai penataan besar-besaran infrastruktur kota dengan merelokasi kabel udara fiber optik menjadi jaringan bawah tanah. Langkah ini ditandai dengan seremoni pemotongan kabel di ruas Jalan Syekh Nawawi, Kecamatan Tigaraksa, Rabu (29/4), yang dipimpin Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah.
Program tersebut merupakan kolaborasi lintas sektor antara Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Dinas Perhubungan, serta Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) wilayah Banten. Penataan ini bertujuan menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib, estetis, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Dalam keterangannya, Intan menegaskan bahwa relokasi kabel menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan visi “Kabupaten Tangerang Gemilang”.
Dalam keterangannya, Intan menegaskan bahwa relokasi kabel menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan visi “Kabupaten Tangerang Gemilang”.
“Target tahun ini ada 15 ruas jalan yang akan direlokasi ke bawah tanah, dengan 10 ruas prioritas awal termasuk Legok–Karawaci dan Syekh Nawawi Tigaraksa,” ujarnya.
Ia menilai, keberadaan kabel udara yang semrawut selama ini tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga berpotensi membahayakan masyarakat. Dengan sistem kabel tanam menggunakan pipa HDPE, diharapkan wajah kota menjadi lebih rapi dan aman dalam jangka panjang.
“Kita ingin tidak ada lagi kabel yang mengganggu pandangan maupun keselamatan warga. Penataan bawah tanah ini adalah solusi berkelanjutan,” tambahnya.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk bersabar apabila selama proses pengerjaan terjadi gangguan arus lalu lintas di sejumlah titik.
Sementara itu, Sekretaris DBMSDA Kabupaten Tangerang, Endang Sukendar, menyebut proyek ini sebagai bagian dari perencanaan infrastruktur jangka panjang.
“Penataan ini penting untuk keindahan dan keamanan. Kami berharap dukungan masyarakat selama proses berlangsung,” katanya.
Dari pihak operator, Koordinator Wilayah Apjatel Banten, Noviana, memastikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menegaskan bahwa pendanaan proyek sepenuhnya berasal dari sektor swasta, tanpa menggunakan APBD.
“Kami berkomitmen menyelesaikan relokasi di 15 ruas jalan dalam waktu satu tahun. Meski ada tantangan seperti kenaikan harga material, operator tetap berupaya maksimal agar ke depan tidak ada lagi penggalian berulang,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan menjadi standar baru pembangunan infrastruktur digital di Kabupaten Tangerang—lebih tertata, ramah lingkungan, dan mendukung kenyamanan masyarakat.
(San)

