JAKARTA – Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya bangsa melalui partisipasi aktif pada PERPINA Women’s Day yang digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional (02/10/2026).
Mengusung tema “Heritage, Beauty & Leisure”, kegiatan yang berlangsung di The Veranda Resort Residence, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, ini menjadi ajang kolaborasi antara dunia pendidikan, organisasi perempuan, pelaku usaha, dan komunitas ekonomi kreatif untuk memperkuat daya saing batik Indonesia di tingkat global.
Rektor UNIPI, Prof. Dr. Dra. Francisca Sestri G., M.M., hadir sebagai Dewan Pakar PERPINA, menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus mendorong pengembangan industri kreatif berbasis kearifan lokal.
Ketua Umum PERPINA, Veve Safitri, menegaskan bahwa batik Indonesia harus terus dipromosikan agar semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar internasional.
“Batik Indonesia harus mewarnai pasar dunia,” tegas Veve Safitri.

Dalam kegiatan tersebut, Veve Safitri didampingi sejumlah Dewan Pakar PERPINA, di antaranya Prof. Dr. Dra. Francisca Sestri G., M.M., Rektor UNIPI, serta Uti Rahardjo, Founder Amandari Gallery. Turut hadir Ugi Sugiarti selaku Wakil Sekretaris Jenderal PERPINA, dan Shanti Lestari sebagai Ketua Bidang Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Parekrafbud) PERPINA yang juga dipercaya sebagai Ketua Panitia penyelenggaraan PERPINA Women’s Day 2026.
Shanti Lestari menjelaskan, kegiatan ini dirancang sebagai wadah untuk memperkuat sinergi antara akademisi, pelaku UMKM, desainer, komunitas perempuan, dan dunia usaha dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis agar batik Indonesia tidak hanya lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang mampu bersaing di pasar dunia.
“Momentum Hari Batik Nasional harus menjadi penggerak lahirnya kolaborasi nyata. Kami ingin budaya Indonesia tidak hanya dijaga, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan perempuan,” ujar Shanti Lestari.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pagelaran busana yang menampilkan karya para desainer muda Indonesia dengan mengangkat kekayaan etnis, tradisi, dan budaya Nusantara dalam balutan desain modern. Setelah itu, para peserta mengikuti sesi diskusi dan jejaring bisnis yang membuka peluang kolaborasi di bidang ekonomi kreatif, investasi, hingga sektor properti.
Keikutsertaan UNIPI dalam PERPINA Women’s Day 2026 menjadi bukti nyata peran aktif perguruan tinggi dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor. Melalui sinergi bersama PERPINA, UNIPI terus mendorong pelestarian batik sebagai identitas bangsa sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif Indonesia agar semakin berdaya saing di tingkat internasional.
(Shan)