TANGERANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarpeserta, tetapi juga momentum untuk menghidupkan kembali olahraga tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.
Semangat tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pekan Olahraga Pegawai yang menghadirkan berbagai cabang olahraga. Kegiatan ini bertujuan mempererat kebersamaan, meningkatkan kebugaran, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia di kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat.

Kepala Bidang Olahraga Disporabudpar Kabupaten Tangerang, Ali Marisan, mengatakan olahraga tradisional memiliki nilai lebih dari sekadar perlombaan. Menurutnya, setiap permainan mengandung nilai kebersamaan, sportivitas, gotong royong, hingga pelestarian budaya yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.
“Melalui Pekan Olahraga Pegawai dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini, kami ingin menghidupkan kembali budaya olahraga tradisional di kalangan ASN. Kegiatan ini bukan hanya menyehatkan, tetapi juga mempererat silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, dan menjaga warisan budaya bangsa agar tetap lestari,” ujar Ali Marisan saat diwawancarai, Jumat (14/8/2026).
Ali menjelaskan, terdapat lima cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Pegawai, yakni Bola Sundul, Dagongan, Tarik Tambang, Terompah Panjang, dan e-Sport PS5. Menurutnya, seluruh cabang tersebut dipilih untuk menghadirkan perpaduan antara olahraga tradisional dan modern, sekaligus mempererat kebersamaan antarpeserta.
Salah satu cabang yang menjadi perhatian adalah Bola Sundul, olahraga tradisional yang mengedepankan kekompakan, strategi, dan sportivitas. Ali menilai permainan tersebut perlu terus dikenalkan kepada masyarakat agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Saya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan olahraga tradisional sebagai bagian dari gaya hidup. Bola Sundul dan berbagai permainan tradisional lainnya harus terus kita budayakan, tidak hanya di lingkungan pegawai, tetapi juga di tengah masyarakat Kabupaten Tangerang,” katanya.
Ali juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Tangerang yang telah berkolaborasi dan menginisiasi pelaksanaan invitasi olahraga tradisional bagi pegawai. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkenalkan sekaligus membudayakan olahraga tradisional di lingkungan ASN sehingga dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada KORMI Kabupaten Tangerang yang telah melaksanakan Invitasi Olahraga Tradisional Pegawai. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam melestarikan olahraga tradisional sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya bangsa,” ungkap Ali.
Selain mengajak peserta melestarikan olahraga tradisional, Ali juga berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi nilai sportivitas, menjaga kebersamaan, serta mengutamakan keselamatan selama mengikuti setiap pertandingan.
Ia berharap Pekan Olahraga Pegawai yang diselenggarakan pada Kamis (13/8/2026) menjadi titik awal kebangkitan olahraga tradisional di Kabupaten Tangerang. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang mengenal dan menggeluti olahraga tradisional, semakin besar pula peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi melalui Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
“Kami ingin olahraga tradisional semakin dikenal, dicintai, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Semoga dari Kabupaten Tangerang lahir atlet-atlet KORMI yang mampu berprestasi di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional. Melestarikan olahraga tradisional berarti menjaga identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia,” pungkasnya.
Pekan Olahraga Pegawai dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan, menyehatkan, sekaligus memperkuat persatuan. Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama KORMI berharap olahraga tradisional terus berkembang, semakin diminati masyarakat, dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sebagai warisan budaya yang membanggakan.
(Sandhy)