Pemkab Tangerang Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Gerakan Antikorupsi di Sekolah

Pemkab Tangerang Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Gerakan Antikorupsi di Sekolah

Dery20
By Dery20

Jakarta – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk mendukung penuh implementasi pendidikan antikorupsi di seluruh jenjang pendidikan. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi di Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Menurut Bupati Maesyal, pendidikan merupakan instrumen strategis dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi penerus bangsa. Karena itu, nilai-nilai kejujuran, integritas, dan budaya bersih harus ditanamkan sejak dini, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

“Kami mendukung penuh dan siap menyukseskan program Kemendikdasmen yang menjadikan pendidikan sebagai bagian penting dalam menguatkan pembentukan karakter dan kepribadian bangsa di jenjang sekolah dasar dan menengah,” ujar Maesyal Rasyid.

Ia menegaskan, budaya jujur dan beradab tidak dapat dibentuk secara instan, melainkan harus menjadi kebiasaan yang terus ditanamkan sejak anak-anak.

“Budaya jujur, bersih, dan beradab itu harus dimulai sejak dini. Anak didik kita tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari kurikulum sekolah, tetapi juga teladan dari lingkungan keluarga dan masyarakat,” katanya.

Bupati Maesyal berharap kehadiran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi dapat menjadi pedoman bagi para guru untuk menanamkan nilai-nilai integritas secara lebih sistematis dan terarah.

“Dengan buku ini, para guru diharapkan memiliki arah yang lebih jelas untuk mengajarkan nilai kejujuran, budaya bersih, dan semangat antikorupsi yang bermuara pada pembentukan karakter bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi role model dalam membangun karakter bangsa yang kuat dan tangguh.

“Dengan peluncuran buku panduan ini, kami berkomitmen menjadikan sekolah sebagai model bagaimana budaya jujur, budaya bersih, dan budaya antikorupsi tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga menjadi budaya dan peradaban utama,” ujarnya.

Menurut Abdul Mu’ti, panduan tersebut bukan sekadar buku ajar, melainkan peta jalan strategis untuk membangun generasi bangsa yang berintegritas. Buku ini dirancang secara sistematis dan berjenjang untuk menjadi acuan nasional bagi satuan pendidikan serta para pemangku kepentingan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Setyo Budiyanto, berharap pendidikan antikorupsi mampu memperkuat budaya jujur dan bersih sejak usia dini.

“Saya berharap, antikorupsi tidak dimulai dari ruang persidangan, tetapi dari ruang kelas. Anak cucu kita harus sejak dini memahami budaya hidup jujur, bersih, dan pentingnya pencegahan korupsi,” tegasnya.

Peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat pendidikan karakter di Indonesia. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Kabupaten Tangerang, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas, jujur, dan berkomitmen menjaga masa depan bangsa yang bersih dari korupsi.

 

(San)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *