POJOKNUSANTARA – Momentum peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 menjadi catatan yang membanggakan sekaligus mengharukan bagi Kabupaten Tangerang. Sebagai wujud penghormatan atas dedikasi tanpa pamrih, Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memberikan penghargaan kepada 54 orang pendonor sukarela yang telah menyumbangkan darahnya sebanyak 25 kali.
Pemberian piagam penghargaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk apresiasi tertinggi di tingkat daerah bagi mereka yang telah menjadi pahlawan kemanusiaan dalam menyelamatkan nyawa sesama.
Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia menyebut bahwa aksi donor darah yang dilakukan secara rutin oleh puluhan pendonor ini memiliki kontribusi luar biasa bagi kesehatan masyarakat secara luas.
Satu kantong darah yang didonorkan dapat membantu lebih dari satu pasien yang sedang dalam kondisi kritis.
“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi. Semoga yang telah berpartisipasi dalam mendonorkan darahnya bisa terus sehat dan bisa memberikan kontribusi lagi. Kami berharap penghargaan ini dapat memacu semangat para pendonor sekaligus menginspirasi masyarakat secara luas untuk meningkatkan kepedulian sosial,” kata Maesyal.
Menurut Bupati, mendonorkan darah secara teratur tidak hanya memberikan manfaat besar bagi penerimanya, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan pendonor. Kegiatan kemanusiaan ini sudah selayaknya menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat modern yang sarat akan empati.
Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Tangerang, Dr. Zainal Muttaqien, menjelaskan bahwa apresiasi ini adalah inisiatif daerah untuk memberikan motivasi kepada para pendonor agar terus konsisten.
Pemberian penghargaan donor darah di Indonesia sendiri memiliki jenjang sesuai dengan jumlah partisipasi pendonor, yaitu:
-
25 Kali Donor: Diberikan oleh Pemerintah Tingkat Kabupaten/Kota.
-
50 – 75 Kali Donor: Diberikan oleh Pemerintah Tingkat Provinsi (Gubernur).
-
100 Kali Donor: Penghargaan tertinggi yang diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
“Ini sebagai apresiasi kepada para pendonor yang sudah mendonasikan darahnya untuk kemanusiaan. Ya perlu kita apresiasi karena dengan darah mereka itu, kita bisa menolong banyak sekali masyarakat yang membutuhkan,” jelas Dr. Zainal.
Semangat kemanusiaan dari para pendonor ini turut diimbangi dengan langkah konkret dari Pemkab Tangerang. Bupati Maesyal Rasyid memastikan bahwa darah yang telah didonasikan akan didistribusikan secara gratis kepada pasien yang membutuhkan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Tangerang setiap tahunnya mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp22 miliar yang dititipkan langsung ke rumah sakit untuk membiayai operasional layanan transfusi darah.
“Supaya nanti yang membutuhkan darah ini tidak dibebankan lagi dengan biaya, supaya gratis. Biaya transfusi darah tersebut kita titip di rumah sakit,” tegas Maesyal.
Peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 kali ini mengusung tema global “One drop of humanity, give blood and save lives” (Setetes darah untuk kemanusiaan dan Berikan darahmu, selamatkan jiwa). Selain penyerahan penghargaan, acara ini juga dimeriahkan dengan aksi donor darah massal dan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang disambut antusias oleh ratusan warga Kabupaten Tangerang.


