ICGSB 2026 Tegaskan Kolaborasi Global sebagai Kunci Transformasi Sosial dan Bisnis Berkelanjutan

ICGSB 2026 Tegaskan Kolaborasi Global sebagai Kunci Transformasi Sosial dan Bisnis Berkelanjutan

Dery20
By Dery20

Jakarta– Upaya memperkuat kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan global kembali ditegaskan melalui gelaran International Conference on Global Social and Business (ICGSB) 2026. Sabtu (18/04/2026).

Forum internasional yang dirangkaikan dengan Doctoral Research Presentation ini sukses diselenggarakan pada 16–18 April 2026 secara hybrid, menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara.

Konferensi ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan gagasan, inovasi, dan jejaring global di tengah tuntutan transformasi sosial dan bisnis yang semakin kompleks di era digital.

Acara secara resmi dibuka oleh Nugroho Ridhwan, S.T., M.M., yang mewakili DBA Batch IV Philippine Women’s University (PWU). Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa tantangan global saat ini tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara.

“Transformasi sosial dan bisnis menuntut sinergi global yang kuat, terutama dalam menghadapi disrupsi teknologi dan dinamika ekonomi dunia,” ujarnya.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam forum ini, di antaranya Rektor Universitas Negeri Jakarta Prof. Dr. Kommarudin, M.Si, Wakil Rektor UNJ Dr. Andy Hadiyanto, M.A, Chancellor PWU Prof. Dr. Felina C. Young, DBA, serta Rektor UNIPI Prof. Dr. Francisca Sestri Goestjahjanti, M.M.

Konferensi juga dihadiri akademisi dan praktisi terkemuka, seperti Prof. Emer. Dr. Barjoyai Bardai dari Malaysia University of Science and Technology (MUST), Prof. Dr. Robertus Robet, M.A, Dr. Syamsulbahri, DBA, Ph.D, Firdaus Wajdi, Ph.D, Dr. E. Nugrahaeni P, M.Si, hingga Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si (Han.), serta perwakilan diplomatik Filipina, Rady Dela Cruz.

Mengusung tema “Global Social & Business Transformation: Innovation, Sustainability, and Strategic Leadership in the Digital Era,” ICGSB 2026 menitikberatkan pada pentingnya inovasi, keberlanjutan, serta kepemimpinan strategis dalam menjawab perubahan global.

Salah satu panitia, sekaligus Dosen Fakultas Bisnis UNIPI Dewiana Novitasari, menyebutkan bahwa konferensi ini tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi juga mendorong kolaborasi nyata antarnegara.

“ICGSB 2026 menjadi ruang bertemunya pemikiran global sekaligus penggerak kerja sama konkret yang berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik bisnis berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UNIPI Prof. Dr. Francisca Sestri Goestjahjanti menegaskan pentingnya penerapan prinsip 3B dalam pendidikan tinggi: Belajar, Berkolaborasi, dan Beradaptasi.

“Kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatanganan MoU. Implementasi nyata dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” tegasnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai agenda strategis digelar, mulai dari seminar internasional, presentasi riset doktoral, hingga diskusi panel yang mengangkat isu krusial seperti inovasi berkelanjutan, transformasi digital, kepemimpinan global, serta dinamika ekonomi internasional.

Keberhasilan penyelenggaraan ICGSB 2026 menunjukkan kuatnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan mitra global dalam mendorong lahirnya solusi inovatif. Lebih dari itu, forum ini menegaskan bahwa kolaborasi global bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam menciptakan transformasi sosial dan bisnis yang adaptif serta berkelanjutan di tengah perubahan dunia yang kian dinamis.

 

(San)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *