Bupati Tangerang Pastikan Normalisasi Sungai Cirarab Segera Dieksekusi

Bupati Tangerang Pastikan Normalisasi Sungai Cirarab Segera Dieksekusi

By Dery20

TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan penataan Sungai Cirarab segera direalisasikan sebagai langkah konkret mengatasi banjir yang kerap melanda wilayah Kecamatan Pasar Kemis dan sekitarnya.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan komitmen tersebut saat memimpin langsung musyawarah bersama warga dan pemangku kepentingan di Masjid Al-Muhajirin, Pasar Kemis, Jumat (10/4/2026).

Dalam forum tersebut, seluruh pihak, termasuk warga yang tinggal di bantaran sungai, menyepakati pelaksanaan penataan yang dijadwalkan mulai Minggu, 12 April 2026.

“Seluruh pihak telah sepakat. Penataan dan penertiban akan mulai dilaksanakan pada 12 April. Ini hasil musyawarah bersama yang dituangkan dalam kesepakatan tertulis,” ujar Maesyal Rasyid.

Ia menjelaskan, musyawarah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang dilakukan sebelum Ramadan. Pemerintah daerah, kata dia, mengedepankan pendekatan dialog dan kebersamaan demi kepentingan yang lebih luas, khususnya dalam mengurangi risiko banjir dan meningkatkan keselamatan masyarakat.

Penataan Sungai Cirarab akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan normalisasi aliran sungai guna memperlancar debit air, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan turap (sheet pile). Program ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten.

Selain itu, Bupati memastikan proses penataan tetap memperhatikan aspek sosial, termasuk toleransi antarumat beragama. Aktivitas ibadah masyarakat tetap diperbolehkan berlangsung dengan penyesuaian lokasi selama pekerjaan berjalan.

“Kami tetap menjamin masyarakat dapat menjalankan ibadah. Namun untuk sementara, aktivitas di lokasi penataan akan dialihkan demi kelancaran pekerjaan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang juga menyampaikan permohonan maaf atas potensi ketidaknyamanan yang timbul selama proses pengerjaan berlangsung.

“Kami mohon maaf apabila aktivitas warga terganggu. Ini bersifat sementara, dan ke depan lingkungan akan lebih tertata, aman, serta terbebas dari banjir,” ujarnya.

Maesyal menekankan, keberhasilan penataan sungai sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Ia mencontohkan kawasan Perumahan Tangerang Elok di Pasar Kemis yang kini terbebas dari banjir setelah dilakukan penataan.

“Ini bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menghasilkan dampak nyata,” katanya.

Musyawarah tersebut turut dihadiri perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), perangkat daerah Provinsi Banten, jajaran Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Tangerang, camat, lurah, tokoh masyarakat, anggota DPRD kabupaten dan provinsi, serta warga yang bermukim di bantaran Sungai Cirarab.

 

(Sand)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version