JAKARTA – Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), Prof. Dr. Dra. Francisca Sestri Goestjahjanti, M.M., kembali membawa suara akademisi Indonesia ke panggung dunia. Sebagai Dewan Pakar Perempuan Pemimpin Indonesia (PERPINA) Bidang Ekonomi, Prof. Francisca tampil sebagai salah satu pembicara utama dalam Women Leaders Summit 2026 Internasional yang digelar di Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Forum internasional yang mengangkat tema “Perempuan Menciptakan Ekonomi, Kekuatan Mental dan Ketahanan Pangan Masa Depan” tersebut mempertemukan pemimpin perempuan, akademisi, praktisi, pelaku usaha, dan organisasi dari berbagai negara untuk merumuskan gagasan strategis dalam menghadapi tantangan ekonomi global, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan.

Di hadapan peserta dari dalam maupun luar negeri, Prof. Francisca membawakan materi “Pentingnya Peran Politik pada Tata Kelola Ketahanan Pangan”. Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak cukup dibangun melalui peningkatan produksi semata, tetapi harus diperkuat dengan kebijakan politik yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab besar menghadirkan regulasi yang mampu menjamin ketersediaan pangan, menjaga stabilitas harga, serta membuka akses pasar yang sehat bagi petani, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Ketahanan pangan adalah fondasi kedaulatan bangsa. Karena itu, politik harus hadir untuk melahirkan kebijakan yang mampu melindungi masyarakat, menjaga stabilitas harga, dan memastikan seluruh rakyat memperoleh akses pangan yang layak,” ujar Prof. Francisca.
Ia menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah, DPR, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun sistem pangan nasional yang tangguh di tengah dinamika ekonomi global.
Prof. Francisca juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, persoalan pengangguran, kemiskinan, hingga ketimpangan ekonomi masih menjadi tantangan serius yang memerlukan kebijakan komprehensif dan berkelanjutan.
Sebagai akademisi, ia menilai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan solusi melalui riset, inovasi, dan pendampingan masyarakat, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ia mendorong penguatan UMKM melalui transformasi digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, kemudahan akses permodalan, hingga perluasan jaringan pemasaran melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan media.
“Perempuan tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan. Perempuan harus menjadi pemimpin, pencipta inovasi, dan penggerak perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi bangsa,” tegasnya.
Women Leaders Summit 2026 Internasional merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-7 PERPINA yang dirangkai dengan pelantikan Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah PERPINA periode 2026–2031 di bawah kepemimpinan Ketua Umum Veve Safitri.
Dalam sambutannya, Veve Safitri menegaskan bahwa masa depan Indonesia membutuhkan kepemimpinan perempuan yang adaptif, inovatif, dan mampu membangun kolaborasi melalui pendekatan pentahelix, yaitu sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
Perayaan HUT ke-7 PERPINA semakin istimewa dengan kehadiran delegasi dari berbagai negara, seperti Prancis, Turki, dan Amerika Serikat, yang menegaskan semakin luasnya jejaring internasional organisasi tersebut.
Forum bergengsi ini juga dihadiri Ketua Umum KOWANI Nanie Hadi Tjahjanto, Dewan Penasihat PERPINA Dr. Dewi Motik, Prof. Sylviana Murni, Prof. Anna Mariana, serta sejumlah tokoh perempuan nasional lainnya.
Diskusi dipandu moderator Rusty Rustarto dan menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai sektor, di antaranya Lyra Puspa pada bidang Human Capital and Leadership serta Dr. Ir. Sripeni Inten Cahyani pada bidang energi.
Keikutsertaan Prof. Francisca sebagai pembicara dalam Women Leaders Summit 2026 Internasional menjadi bukti nyata kontribusi Universitas Insan Pembangunan Indonesia dalam menghadirkan pemikiran strategis di tingkat global sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan bangsa. Kiprah tersebut sekaligus menegaskan komitmen UNIPI dalam mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin yang mampu menjawab tantangan masa depan melalui inovasi, kolaborasi, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
(San)