Jakarta, — Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) Tangerang, Prof. Francisca Sestri, menyoroti kondisi geopolitik global yang dinilai tengah menghadapi dinamika serius dan berpotensi berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta sektor pendidikan di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam kegiatan ngabuburit dan buka puasa bersama yang digelar komunitas perempuan Puspa Putri Nusantara (PUSPITA) di GK Center, Noble House, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).

Menurut Francisca, konflik geopolitik yang melibatkan sejumlah negara besar seperti Iran, Israel, dan Amerika Serikat dapat memengaruhi stabilitas global, yang pada akhirnya juga berdampak pada berbagai sektor di Indonesia.
“Cepat atau lambat kondisi geopolitik global akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan pendidikan di seluruh dunia, termasuk Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai forum diskusi dalam kegiatan ngabuburit seperti yang digelar PUSPITA dapat menjadi ruang dialog untuk menyampaikan berbagai gagasan konstruktif kepada pemerintah.
Salah satunya terkait perbaikan penyajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar kualitas makanan serta distribusinya dapat lebih ditingkatkan. Selain itu, Francisca juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam memperkuat ekonomi keluarga serta mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa ini diawali dengan beauty class yang disponsori oleh PT Mustika Ratu Tbk, kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif mengenai berbagai isu sosial dan ekonomi yang tengah berkembang di masyarakat.
Ketua PUSPITA, Ade Rukmini, mengatakan kegiatan ngabuburit selama bulan Ramadan diharapkan dapat menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum bertukar gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat jaringan dan memberikan masukan yang konstruktif bagi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Rukmini.
Ia menjelaskan bahwa peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pengusaha, pengrajin, penggiat sosial hingga akademisi.
Diskusi yang dipandu oleh Sofie juga menghadirkan sejumlah masukan dari anggota komunitas.
Juju, peserta dari Cilincing, mengusulkan perlunya sosialisasi pemberdayaan bank sampah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi.
Sementara itu, Rini dari Jakarta Selatan menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta perlindungan terhadap perempuan dan anak, terutama di era digital ketika berbagai kasus kekerasan sering menjadi viral di media sosial.
Masukan lainnya disampaikan Eny dari Ciracas, Jakarta Timur, yang menilai penyajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu ditata kembali agar kualitas makanan serta pemerataan distribusinya dapat lebih ditingkatkan.
Penggiat PUSPITA, Anin Amasia, menyampaikan rencana untuk mengadakan sharing session lanjutan sebagai tindak lanjut dari berbagai gagasan yang muncul dalam kegiatan ngabuburit tersebut.
Acara kemudian ditutup dengan sambutan Tuty Roosdiono, Anggota DPR RI Komisi I periode 2014–2024 sekaligus penggiat budaya. Ia mengapresiasi kegiatan komunitas perempuan seperti PUSPITA yang dinilai mampu mendorong kreativitas dan inovasi perempuan melalui ruang diskusi dan kolaborasi.
Menurutnya, penguatan peran perempuan dapat dimulai dari komunitas terdekat sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat.
(San)