TANGERANG — Inovasi pertanian berbasis teknologi hidroponik terus berkembang di Kabupaten Tangerang. Salah satu pelaku penggeraknya adalah Melonial Hydrofarm, kebun melon hidroponik yang berlokasi di Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.
Pengelola Melonial Hydrofarm, Ade Putra, mengungkapkan bahwa inisiatif pengembangan kebun melon hidroponik ini berawal dari ketertarikannya terhadap sistem tanam modern tersebut setelah berkunjung ke kebun milik rekannya.
Dari pengalaman itu, Ade bersama tim mulai mempelajari teknik hidroponik secara intensif hingga akhirnya membangun lahan hidroponik sendiri dengan dukungan dari Kecamatan Curug.
“Awalnya hanya tertarik dengan sistem hidroponik. Dari situ kami belajar bersama tim dan mulai mengembangkan lahan sendiri,” ujar Ade (19/01/2026).
Saat ini, Melonial Hydrofarm membudidayakan lima varietas melon, yakni Sakata, Kirin, Dalmation, The Blues, dan Golden Aroma. Dalam setiap siklus tanam, setiap tanaman hanya difokuskan menghasilkan satu buah guna menjaga kualitas, ukuran, dan rasa melon agar tetap optimal.
Ade menjelaskan, terdapat sekitar 148 tanaman melon yang dikelola secara intensif dengan sistem hidroponik. Metode ini dinilai lebih efisien karena mampu mengoptimalkan penggunaan lahan, nutrisi, serta air, sekaligus lebih ramah lingkungan dibandingkan sistem pertanian konvensional.
Keberadaan Melonial Hydrofarm diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan pertanian modern di wilayah Kecamatan Curug serta mendorong inovasi dan kemandirian pangan berbasis teknologi di Kabupaten Tangerang.
(Sandhy)

