TANGERANG — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi lintas sektoral dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Hal tersebut disampaikan Intan saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Persiapan Pengamanan Hari Raya Idul Fitri melalui Operasi Ketupat Maung 2026 yang digelar di Aula Parama Satwika Polresta Tangerang, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, pengamanan Lebaran tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kerja bersama seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, serta dukungan masyarakat.

“Pengamanan Lebaran tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Semua unsur terkait harus terkoneksi dan terkoordinasi menjadi satu. Artinya kita bekerja dalam satu napas yang sama, yaitu napas pelayanan kepada masyarakat,” kata Intan.
Ia menjelaskan, meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri menjadi tantangan yang harus dijawab dengan kesiapan maksimal seluruh pihak. Karena itu, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara responsif, informatif, dan humanis.
“Bagi masyarakat, pemerintah itu satu. Mereka tidak lagi melihat ini kewenangan siapa atau tugas siapa. Yang mereka inginkan hanya satu, hadir atau tidaknya negara ketika mereka membutuhkan rasa aman dan nyaman,” tegasnya.
Selain itu, Intan juga mengingatkan seluruh pihak untuk mewaspadai potensi dampak cuaca ekstrem yang belakangan terjadi, seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, hingga longsor di sejumlah wilayah.
Ia menilai jalur rawan bencana, kawasan pesisir, serta titik rawan kecelakaan harus menjadi prioritas pengawasan dan mitigasi selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
“Kita ingin setiap persoalan bisa diselesaikan cepat, tepat, dan terukur. Jangan sampai ada ego sektoral. Jika ada kendala di lapangan, segera koordinasi. Jika ada potensi kerawanan, segera mitigasi bersama,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang, lanjut Intan, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026 guna memastikan perayaan Idul Fitri berlangsung aman dan kondusif.
“InsyaAllah, jika kolaborasi dan sinergi ini kita jaga dengan baik, Kabupaten Tangerang akan tetap aman, tertib, dan kondusif selama Idul Fitri. Masyarakat bisa beribadah dengan khusyuk, mudik dengan aman, dan merayakan Lebaran dengan penuh kebahagiaan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M. Indra Waspada menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Maung 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Ia menyebut puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13–17 Maret 2026, sedangkan arus balik diprediksi berlangsung pada 24–28 Maret 2026. Idul Fitri sendiri diperkirakan jatuh pada 20–21 Maret 2026 dengan masa libur sekolah pada 16–29 Maret 2026.
“Libur panjang Lebaran akan meningkatkan mobilitas masyarakat secara signifikan, baik di jalur tol, arteri, stasiun, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, maupun lokasi wisata. Semua titik ini menjadi prioritas pengamanan,” kata Andi.
Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polresta Tangerang menyiapkan enam titik utama pos pengamanan dan pelayanan, yaitu Pos Terpadu Citra Raya, Pos Pelayanan Rest Area KM 43 dan KM 45, Pos Pengamanan Pasar Gembong, Pos Pengamanan Batavia Pasar Kemis, serta sejumlah pos pantau di kawasan wisata dan pusat keramaian.
Sebanyak 184 personel Polri akan diterjunkan setiap hari dengan dukungan berbagai sarana prasarana, mulai dari ambulans, kendaraan patroli, CCTV, hingga drone pemantau. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan hotline 110 untuk melaporkan berbagai potensi gangguan keamanan.
Pengamanan juga difokuskan pada sejumlah objek vital, di antaranya 1.071 masjid, 471 lokasi salat Id, delapan pusat perbelanjaan atau pasar, tiga stasiun KAI, lima terminal atau pool bus, dua rest area utama, serta sejumlah jalur rawan kemacetan dan kecelakaan.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Tangerang, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Satpol PP, perwakilan PT KAI, pengelola Tol Jakarta–Merak, Jasa Raharja, serta berbagai instansi terkait lainnya.
(San)


