POJOKNUSANTARA – Warga di Kampung Cogreg RT 003 RW 003 Desa Pasir Bolang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan adanya lahan kosong di sekitar pemukiman yang dijadikan tempat pembuangan limbah B3.

Pembuangan limbah industri tersebut diduga dikoordinir oleh RT dan RW setempat. Dampaknya bau menyengat tercium dan mengancam kesehatan warga. Membuat warga merasa takut dan was-was akan keselamatan mereka.
Salah satu warga, IM mengatakan pembuangan limbah di lahan kosong tersebut dimulai dari beberapa minggu lalu. Dimana sebelum-sebelumnya limbah yang dibuang merupakan limbah bekas peleburan besi.
Kemudian, tepatnya pada tanggal Rabu 5 November 2025 sekitar Pukul 03.00 WIB, dia kembali memergoki adanya beberapa truk membuang limbah kimia industri dan limbah plastik yang bau nya sangat menyengat dilokasi tersebut.
“RT dan RW itu ada di situ pas pembuangan, ketika sudah ramai katanya RW di situ mencegah, tapi ternyata kan faktanya tetep turun limbah di situ,” katanya.
IM yang rumahnya dekat dengan lokasi dan warga lainnya, merasa tidak terima dengan adanya pembuangan limbah industri di lingkungan pemukiman tempatnya tinggal. Sebab timbunan limbah B3 tersebut menimbulkan bau menyengat dan membuat mata perih.
“Tentu merasa terancam. Ini pemukimam warga, ada ibu hamil, ada anak kecil yang dimana ini tidak bagus untuk pernapasan dan pertumbuhan anak. Karena kita berhak mendapatkan udara yang bagus juga kan” ujarnya.
Namun, kata IM, warga sekitar banyak yang memilih diam dan tidak berani untuk berkomunikasi ataupun menegur kaitan dengan pembuangan limbah tersebut, karena disebut-sebut oknum RT dan RW adalah preman kawasan.
IM pun mengaku telah melaporkan kejadian ini ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui saluran pengaduan WhatsApp. Sayangnya, belum ada tanggapan sama sekali.
“Ini kan dekat sekali degan pemukimam warga. Saya sih pinginnya ada tindakan dari pihak yang bersangkutan atau DLHK Kabupaten Tangerang atau kepolisian atau apa agar ditindak lanjuti saja biar limbah ini tidak di sini lagi karena ini pemukimam warga,” pungkasnya.
(Der)