Intan Nurul Hikmah: Dari Hati yang Tulus, Perempuan Mengubah Banyak Hal

Intan Nurul Hikmah: Dari Hati yang Tulus, Perempuan Mengubah Banyak Hal

Dery20
By Dery20

Tangerang — Nama Kartini mungkin lahir dari masa lalu, tetapi semangatnya tak pernah benar-benar pergi. Ia hidup dalam langkah-langkah kecil perempuan hari ini—dalam keberanian mengambil keputusan, dalam keteguhan menghadapi tantangan, dan dalam harapan yang terus dijaga.

Bagi Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, Hari Kartini 21 April 2026 bukan sekadar peringatan seremonial. Lebih dari itu, ini adalah ruang untuk sejenak menoleh ke belakang melihat sejauh mana perempuan telah melangkah, sekaligus merenungkan ke mana arah berikutnya akan dituju.

“Kartini dulu berjuang agar perempuan memiliki pilihan. Hari ini, tugas kita adalah memastikan pilihan itu benar-benar kita jalani dengan sadar, dengan berani, dan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya dengan nada reflektif.

Intan melihat perempuan masa kini berada dalam peran yang tidak sederhana. Mereka hadir sebagai penopang keluarga, sekaligus menjadi bagian dari perubahan di ruang publik. Dua peran yang sering kali berjalan beriringan—melelahkan, tetapi juga menguatkan.

Namun justru dari situlah, menurutnya, lahir kekuatan yang sering tidak disadari.

“Perempuan itu kuat, bukan karena harus terlihat hebat setiap saat, tapi karena mereka terus bertahan, terus berusaha, dan tidak berhenti belajar, bahkan di tengah keterbatasan,” katanya.

Ia juga meyakini, perubahan besar tidak selalu dimulai dari langkah besar. Kadang, perubahan justru lahir dari hal-hal sederhana dari keberanian menyampaikan pendapat, dari kesungguhan dalam bekerja, atau dari keinginan kecil untuk menjadi lebih baik dari hari sebelumnya.

“Kita sering lupa, bahwa apa yang kita lakukan hari ini sekecil apa pun adalah bagian dari perjalanan panjang yang dulu dimulai oleh Kartini,” tambahnya.

Di momen Hari Kartini ini, Intan mengajak perempuan untuk berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Sebab setiap perempuan memiliki jalannya sendiri, ritmenya sendiri, dan caranya sendiri untuk tumbuh.

“Tidak perlu merasa tertinggal. Tidak perlu merasa kurang. Perjalanan setiap perempuan itu unik, dan semuanya punya nilai,” ucapnya.

Bagi Intan, Hari Kartini adalah pengingat sederhana namun kuat: perempuan tidak perlu menunggu untuk menjadi hebat. Mereka sudah cukup dan yang terpenting adalah terus melangkah.

“Selama kita terus bergerak, terus belajar, dan terus peduli, di situlah semangat Kartini hidup,” tutupnya.

 

(Sandhy)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *