Iklim Investasi di Kabupaten Tangerang Terus Melejit: 7.918 NIB Terbit, Jayanti Jadi Primadona

Iklim Investasi di Kabupaten Tangerang Terus Melejit: 7.918 NIB Terbit, Jayanti Jadi Primadona

Dery20
By Dery20

Tangerang – Tren investasi di Kabupaten Tangerang menunjukkan grafik yang sangat positif sepanjang periode awal tahun 2026. Berdasarkan data terbaru dari sistem Online Single Submission (OSS) yang dikelola Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), tercatat sebanyak 7.918 Nomor Induk Berusaha (NIB) telah diterbitkan bagi para pelaku usaha di wilayah tersebut.

Dominasi pelaku usaha lokal terlihat sangat kuat, di mana Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai 7.847 unit (99,1%), jauh melampaui Penanaman Modal Asing (PMA) yang berjumlah 71 unit. Sektor Usaha Mikro Kecil (UMK) juga menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi sebesar 7.821 unit (98,8%).

Kepala DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Hendar Herawan, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari komitmen pemerintah daerah dalam mempermudah akses perizinan dan menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif.

“Angka 7.918 NIB yang terbit ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan tingginya kepercayaan investor dan antusiasme masyarakat Kabupaten Tangerang dalam berwirausaha. Kami terus mendorong digitalisasi perizinan agar prosesnya semakin cepat dan transparan,” ujar Hendar Herawan saat ditemui di ruang kerjanya.

Dominasi Proyek Risiko Rendah dan Sektor Pangan. Dari total 10.498 proyek yang berjalan, mayoritas masuk dalam kategori Risiko Rendah dengan jumlah 9.049 proyek (86,2%). Hal ini menunjukkan bahwa struktur ekonomi di Kabupaten Tangerang sangat dinamis pada level industri kreatif dan rumah tangga.

Data tersebut juga merinci sebaran KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang paling diminati:

  • Industri Produk Makanan Lainnya: 3.224 unit.
  • Industri Minuman Ringan: 1.070 unit.
  • Industri Kue Basah: 756 unit.
  • Industri Minuman Lainnya: 434 unit.

Dalam peta persebaran investasi per kecamatan, Jayanti tampil sebagai wilayah dengan pertumbuhan tertinggi dengan total 2.537 unit usaha (24,2%), disusul oleh Kelapa Dua (636 unit), Tigaraksa (561 unit), Cikupa (560 unit), dan Solear (530 unit).

Hendar Herawan menambahkan bahwa sistem otomasi perizinan saat ini sudah sangat efektif. Dari total status perizinan, sebanyak 11.495 (78,0%) izin terbit secara otomatis, sementara sisanya melalui proses verifikasi dan pemenuhan sertifikat standar.

“Kami melihat ada pergerakan ekonomi yang merata, tidak hanya berpusat di tengah kota. Kecamatan Jayanti kini menjadi daya tarik baru bagi para pelaku usaha. Target kami kedepan adalah terus melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha ini agar mereka tidak hanya memiliki izin, tapi juga mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas,” tutup Hendar.

Melalui kemudahan ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang pada tahun 2026 dapat terus stabil dan memberikan dampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal.

 

(Red)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *