TANGERANG – Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan daya saing mahasiswa di tingkat internasional. Melalui kegiatan Coaching Clinic yang menjadi bagian dari rangkaian International Program – Global Outreach bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Sarawak, Malaysia, UNIPI menghadirkan ruang pembelajaran yang menghubungkan dunia akademik dengan dunia industri.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Saba Karya, Jumat (12/6/2026), tersebut mendapat dukungan dari PT ASL Group sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan sektor industri dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.
Dalam kesempatan itu, CEO ASL Group, Ahmad Nafis Ayyasy, hadir sebagai narasumber utama. Ia membagikan pengalaman profesional, wawasan industri, serta berbagai strategi pengembangan karier kepada mahasiswa UNIPI dan mahasiswa UiTM Sarawak yang mengikuti kegiatan tersebut.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa dari berbagai program studi aktif mengikuti sesi diskusi yang membahas kebutuhan dunia kerja modern, kepemimpinan, inovasi, hingga peluang karier di era transformasi digital dan globalisasi.
Dalam pemaparannya, Ahmad Nafis menekankan pentingnya membangun pola pikir profesional sejak masa perkuliahan. Menurutnya, kemampuan akademik harus diimbangi dengan keterampilan komunikasi, kolaborasi, adaptasi terhadap perubahan, serta penguasaan teknologi dan literasi digital.
“Persaingan dunia kerja saat ini semakin kompetitif. Mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak dini dengan meningkatkan kompetensi dan terus belajar agar mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang,” ujarnya.
Ia juga membagikan perjalanan karier serta perkembangan ASL Group yang tumbuh melalui inovasi, kolaborasi, dan penguatan kualitas sumber daya manusia. Kesempatan tersebut dimanfaatkan mahasiswa untuk berdialog secara langsung mengenai tantangan dunia kerja, peluang magang, hingga kiat membangun karier profesional.
Suasana semakin hidup saat sesi tanya jawab berlangsung. Beragam pertanyaan seputar kesiapan memasuki dunia kerja, pengembangan kepemimpinan, dan strategi menghadapi tantangan industri dijawab langsung berdasarkan pengalaman praktis narasumber.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif peserta, panitia juga memberikan hadiah berupa buku dan cendera mata kepada sejumlah mahasiswa yang berkontribusi dalam sesi diskusi. Momentum tersebut menjadi penyemangat bagi peserta untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memperluas wawasan internasional.
Melalui kegiatan ini, UNIPI kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring global serta memperkuat kolaborasi dengan dunia industri. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing dan berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.


