UNIPI Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa, Gandeng BPR Kerta Raharja Gemilang dan OJK

UNIPI Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa, Gandeng BPR Kerta Raharja Gemilang dan OJK

Dery20
By Dery20

TANGERANG – Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar Literasi dan Edukasi Keuangan bekerja sama dengan PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) yang digelar di Aula Saba UNIPI, Sabtu (10/10/2026).

 

Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa ini bertujuan meningkatkan pemahaman literasi keuangan agar mampu mengelola keuangan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab di era digital. Seminar ini juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, industri perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Tangerang dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan bagi generasi muda.

 

Acara diawali dengan sambutan Direktur Utama PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda), Ai Suherlan, yang menegaskan pentingnya edukasi keuangan sebagai fondasi membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat serta pemanfaatan layanan keuangan yang aman dan bertanggung jawab.

Seminar secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, yang mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai langkah nyata meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya mahasiswa, terhadap pentingnya pengelolaan keuangan.

 

“Saya mengapresiasi kegiatan literasi dan edukasi keuangan yang diselenggarakan PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda). Kegiatan ini sangat penting untuk membekali generasi muda dengan pemahaman keuangan yang baik, sehingga mereka mampu mengelola uang secara bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan,” ujar Intan.

 

Menurutnya, literasi keuangan merupakan bekal penting bagi mahasiswa untuk membangun kemandirian finansial, membiasakan budaya menabung, menentukan skala prioritas kebutuhan, serta mengambil keputusan keuangan secara tepat di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan layanan keuangan digital.

 

Intan juga mengajak mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan, budaya menabung, memahami produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta mengenali berbagai modus penipuan, pinjaman online ilegal, judi online, hingga investasi bodong.

 

“Saya mengajak para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya mengenai pengelolaan keuangan, budaya menabung, serta pentingnya mengenali risiko penipuan dan berbagai tawaran investasi yang tidak memiliki legalitas jelas,” katanya.

 

Ia berharap kegiatan edukasi keuangan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak kalangan, mulai dari mahasiswa, pekerja, ibu rumah tangga hingga masyarakat umum.

 

Seminar menghadirkan tiga narasumber yang membahas berbagai tantangan keuangan di era digital. Perwakilan OJK Provinsi Banten, Rija Fathul Bari, S.E., memaparkan materi bertajuk “Pengelolaan Keuangan, Waspada Pinjol Ilegal dan Judi Online” yang mengulas pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat sekaligus mengingatkan bahaya pinjaman online ilegal dan judi online terhadap kondisi finansial maupun masa depan generasi muda.

 

Selanjutnya, Efi Indarti, S.KM., M.Kes., dari TPAKD Kabupaten Tangerang, menyampaikan materi “Membangun Generasi Cerdas Finansial” yang menekankan pentingnya membangun kebiasaan keuangan yang positif, memahami layanan keuangan, serta mengambil keputusan finansial secara bijak dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Wakil Rektor III UNIPI, Dr. Istajib Kulla Himmy’ Azz, SST., M.M., mengatakan literasi keuangan merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan layanan keuangan digital.

 

“Melalui seminar ini, UNIPI ingin membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan sejak dini. Kami berharap mereka mampu mengambil keputusan finansial yang tepat, terhindar dari praktik pinjaman online ilegal maupun judi online, serta memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja maupun berwirausaha,” ujar Dr. Istajib.

 

Ia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, OJK, TPAKD, dan industri perbankan merupakan langkah strategis untuk memperkuat budaya literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda.

 

“UNIPI berkomitmen menghadirkan berbagai program edukatif yang tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga membentuk lulusan yang cerdas finansial, berintegritas, adaptif, mandiri, inovatif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di era transformasi digital,” tegasnya.

 

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam memberikan edukasi kepada mahasiswa, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

 

Melalui seminar ini, UNIPI berharap mahasiswa mampu meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, memanfaatkan layanan keuangan secara tepat, serta lebih waspada terhadap berbagai risiko keuangan digital. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani perkuliahan, memasuki dunia kerja, maupun ketika membangun usaha.

 

Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda), Pemerintah Kabupaten Tangerang, OJK, dan TPAKD, UNIPI menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga cerdas finansial, mandiri, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di era transformasi digital.

 

(San)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *