POJOKNUSANTARA – Langkah humanis yang menyentuh hati ditunjukkan oleh jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang. Melalui program inovasi sosial bernama SATRIA (Satlantas Tangerang Empati Korban Laka), petugas turun langsung menyambangi dan menghibur keluarga korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di perumahan Taman Kirana Surya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (09/6/2026).
Program SATRIA hadir sebagai bentuk pendekatan dari hati ke hati oleh pihak kepolisian, yang berkomitmen tidak hanya menegakkan hukum di jalan raya, tetapi juga menyembuhkan trauma serta menguatkan mental keluarga yang ditinggalkan akibat tragedi kecelakaan.
Dalam momen penuh keharuan tersebut, personel Satlantas Polresta Tangerang bersama perwakilan Jasa Raharja mengetuk pintu rumah duka almarhum DS (19). Pemuda yang kesehariannya dikenal produktif bekerja sebagai pegawai Alfamart ini harus kehilangan nyawa akibat fatalitas kecelakaan lalu lintas yang dialaminya.
Selain memberikan santunan dan paket sembako untuk kebutuhan keluarga, kehadiran para polisi di ruang tamu rumah duka tersebut juga diisi dengan mendengarkan keluh kesah serta memberikan pendampingan psikologis bagi orang tua korban.
Kasat Lantas Polresta Tangerang, AKP Fery Octaviari Pratama, mengungkapkan bahwa program SATRIA ini digerakkan oleh rasa empati yang mendalam agar kepolisian bisa menyentuh langsung aspek kemanusiaan yang paling krusial pasca-kecelakaan.
“Kehilangan anggota keluarga tercinta, terlebih di usia muda seperti almarhum DS, adalah pukulan yang sangat berat. Melalui kehadiran program SATRIA di Solear ini, kami ingin menyentuh hati pihak keluarga, memeluk duka mereka, dan meyakinkan bahwa Polri selalu ada sebagai sahabat yang siap mendukung mereka bangkit kembali,” ungkap AKP Fery Octaviari Pratama.
Pendekatan emosional ini juga dimanfaatkan Satlantas Polresta Tangerang untuk merangkul para tokoh masyarakat dan pemuda setempat yang hadir. AKP Fery mengajak warga untuk mengubah rasa duka ini menjadi sebuah momentum kesadaran kolektif dalam berkendara.
“Kami menyentuh kesadaran kita semua, khususnya rekan-rekan sebaya almarhum dan para pekerja, mari kita lebih menyayangi nyawa di jalan raya. Patuhi peraturan lalu lintas, utamakan keselamatan, dan tingkatkan kewaspadaan. Jangan biarkan ada lagi keluarga yang harus merasakan duka mendalam seperti ini, karena keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
(Der/San)

