JAKARTA – Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), Prof. Dr. Dra. Francisca Sestri Goestjahjanti, M.M., kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional setelah berhasil meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang International Conference on Computer, Information Technology and Innovation (ICCIT) 2026 yang digelar di Universitas Bunda Mulia (UBM), Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Dalam ajang tersebut, Prof. Francisca meraih Best Costume Award pada Gala Dinner berkat penampilannya yang anggun mengenakan busana putih berpadu kain dan selendang batik bernuansa cokelat, yang dinilai mampu merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia di hadapan peserta internasional.

Tak hanya itu, Prof. Francisca juga menerima Scientific Contribution Award – Gold sebagai salah satu penulis terbaik melalui artikel ilmiah berjudul “Determinants of Technological Innovation Adoption and Market Share Expansion Among Indonesian MSMEs.” Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam penelitian mengenai adopsi inovasi teknologi dan perluasan pangsa pasar UMKM Indonesia.
ICCIT 2026 diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) dan menjadi salah satu konferensi ilmiah internasional paling kompetitif tahun ini. Pembukaan konferensi dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum ADI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Fajrin Berawi, bersama Ketua APTISI Wilayah Banten, Prof. Dr. P.O. Abas Sunarya.
Sementara penyerahan penghargaan (award) dilakukan oleh Ketua ADI Banten, Prof. Dr. Ir. Untung Rahardja.
Konferensi internasional tersebut diikuti peserta dari 17 negara yang mewakili lima benua, yakni Indonesia, Inggris, Selandia Baru, Turki, Norwegia, Malaysia, Amerika Serikat, Polandia, Kolombia, Vietnam, British Indian Ocean Territory, Portugal, Thailand, India, Arab Saudi, Timor-Leste, dan Pakistan.
Tingginya kualitas konferensi terlihat dari proses seleksi makalah yang sangat ketat. Dari 561 makalah yang diajukan, hanya 231 makalah yang diterima, sementara 330 makalah dinyatakan ditolak, sehingga tingkat penerimaan (acceptance rate) hanya 41 persen.
Prof. Francisca mengatakan, keikutsertaan UNIPI dalam ICCIT 2026 merupakan bagian dari komitmen kampus untuk terus memperluas jejaring akademik internasional sekaligus meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah.
“Forum internasional seperti ini menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan, memperkuat kolaborasi, serta menunjukkan bahwa akademisi Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Di sisi lain, kami juga ingin memperkenalkan budaya Indonesia melalui identitas yang kami tampilkan,” ujar Prof. Francisca.
Prestasi tersebut semakin mempertegas komitmen UNIPI dalam membangun budaya akademik yang unggul, inovatif, dan berdaya saing internasional. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menghasilkan karya ilmiah berkualitas serta memperluas kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi di tingkat nasional maupun global.
(Shan)