Dinkes Kabupaten Tangerang Siagakan Layanan Kesehatan bagi Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin

Dinkes Kabupaten Tangerang Siagakan Layanan Kesehatan bagi Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin

By Dery20

TANGERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 154 warga mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk. Mayoritas pasien yang menjalani pemeriksaan mengeluhkan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, mengatakan kebakaran yang masih berlangsung di TPA Jatiwaringin berdampak pada kualitas udara di kawasan sekitar dan berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.

“Paparan polusi udara akibat asap tebal kebakaran TPA Jatiwaringin tentu berisiko menimbulkan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Kondisi ini juga dapat memengaruhi daya tahan tubuh masyarakat yang terpapar,” ujar Hendra.

Berdasarkan data dari sejumlah posko layanan kesehatan yang telah didirikan di sekitar lokasi, Dinkes telah memeriksa 154 warga. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen di antaranya didiagnosis mengalami ISPA yang diduga dipicu paparan asap kebakaran.

“Dari data yang kami himpun di beberapa posko, sudah ada 154 warga yang mendapatkan pelayanan kesehatan. Sekitar 80 persen di antaranya mengalami ISPA akibat paparan polusi asap,” jelasnya.

Dinkes Kabupaten Tangerang terus mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak dengan menyiagakan tenaga medis di sejumlah posko. Warga, khususnya yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran, diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi paparan asap, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau tenggorokan.

Sementara itu, upaya pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin masih terus dilakukan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang bersama sejumlah unsur terkait masih berjibaku memadamkan kobaran api. Untuk mempercepat penanganan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengerahkan helikopter water bombing guna membantu proses pemadaman dari udara.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version