Dilantik Kembali Jadi Rektor, Prof. Francisca Siapkan Strategi Besar UNIPI Lewat Kolaborasi Pentahelix

Dilantik Kembali Jadi Rektor, Prof. Francisca Siapkan Strategi Besar UNIPI Lewat Kolaborasi Pentahelix

By Dery20

TANGERANG – Kembali dipercaya memimpin Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) untuk periode 2026–2030, Prof. Dr. Dra. Francisca Sestri G., S.E., M.M. langsung menyiapkan strategi besar untuk membawa UNIPI menjadi perguruan tinggi yang semakin unggul melalui penguatan kolaborasi pentahelix.

Sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, industri, dan media diyakini menjadi kunci menghadapi tantangan pendidikan tinggi sekaligus mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Pelantikan berlangsung khidmat di Aula Saba Karya Kampus UNIPI, Kabupaten Tangerang, Rabu (3/9/2026).

Prosesi diawali dengan pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan pakta integritas, serta pembacaan Surat Keputusan Yayasan Pendidikan Insan Pembangunan Indonesia Nomor 040/YPIP/8/2026 tentang Pengangkatan Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia Masa Jabatan 2026–2030.

Surat keputusan yang ditetapkan di Tangerang pada 28 Agustus 2026 itu ditandatangani Ketua Yayasan Pendidikan Insan Pembangunan Indonesia, H. Sobari, dan dibacakan oleh Drs. Suwarto, M.M.

Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi profesi, serta mitra strategis UNIPI. Hadir secara langsung maupun daring di antaranya Bupati Tangerang Drs. H. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si., Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Dr. Lukman, Ketua Yayasan Pendidikan Insan Pembangunan Indonesia H. Sobari yang diwakili Drs. Suwarto, M.M., Ketua APTISI Wilayah Banten Prof. Dr. Abbas Sunarya, Kepala PLN UP3 Serpong Ir. Beni Indra, Ketua FKPMC RI Brigjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Muhammad Elia, S.H., M.H., Ketua Umum LPER Drs. Haryo, S.Ak., CPA., CP., Ketua Umum PERPINA Veve Safitri, Direktur RS Hermina Bitung drg. Retno Windanarti, MARS., serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Dr. Ujang Sudihartono. Turut hadir pula para rektor dan pimpinan perguruan tinggi, jajaran Forum Doktor UNIPI, wakil rektor, dekan, ketua program studi, kepala lembaga, Presiden BEM UNIPI, perwakilan mahasiswa, alumni UNIPI, alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, alumni Pascasarjana Universitas Borobudur (UNBOR), serta tamu undangan dari berbagai instansi dan mitra kerja sama.

Terpilihnya kembali Prof. Francisca mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Ketua APTISI Wilayah Banten Prof. Dr. Abbas Sunarya menilai kepemimpinannya telah membawa UNIPI berkembang signifikan dan diyakini mampu meningkatkan daya saing kampus di tingkat nasional maupun internasional.

“Selamat dan sukses kepada Prof. Francisca Sestri atas amanah untuk kedua kalinya sebagai Rektor UNIPI. Semoga semakin sukses melahirkan lulusan yang inovatif, kreatif, berdaya saing global, sekaligus membawa UNIPI menjadi perguruan tinggi yang semakin maju,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Dr. Lukman. Menurutnya, capaian yang telah diraih UNIPI akan terus meningkat di bawah kepemimpinan Prof. Francisca.

“Saya percaya berbagai prestasi yang telah ditorehkan UNIPI akan semakin ditingkatkan. Kami berharap UNIPI menjadi kampus unggul dengan daya saing akademik dan ilmiah yang semakin kuat,” katanya.

Ucapan selamat juga datang dari Bupati Tangerang Drs. H. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si. yang berharap UNIPI terus menjadi salah satu penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tangerang.

“Semoga di bawah kepemimpinan Prof. Francisca, UNIPI semakin maju, modern, kreatif, inovatif, kompetitif, dan mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tuturnya.

Dalam pidato perdananya usai dilantik, Prof. Francisca menegaskan bahwa amanah yang kembali diberikan kepadanya merupakan tanggung jawab besar untuk membawa UNIPI semakin relevan dengan kebutuhan zaman.

Menurutnya, perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan berprestasi secara akademik, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Ia menyoroti tingginya angka pengangguran di Provinsi Banten yang berdampak pada minat masyarakat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Ini menjadi tantangan nyata bagi kami. Perguruan tinggi harus hadir dengan solusi, menciptakan inovasi, memperkuat kolaborasi, dan memastikan lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja,” tegasnya.

Saat ini UNIPI memiliki tiga fakultas, yaitu Fakultas Bisnis, Fakultas Ilmu Komputer, dan Fakultas Hukum, serta Program Pascasarjana Magister Manajemen dengan tujuh program studi yang seluruhnya telah terakreditasi. Kampus ini juga diperkuat 135 dosen tetap, dengan sekitar 95 persen telah memiliki jabatan fungsional mulai dari Asisten Ahli hingga Guru Besar.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Prof. Francisca memastikan strategi utama UNIPI selama empat tahun ke depan adalah memperkuat kolaborasi pentahelix. Menurutnya, kemajuan perguruan tinggi hanya dapat dicapai melalui sinergi yang erat antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, industri, dan media.

Sejumlah kolaborasi telah berjalan, di antaranya bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta berbagai lembaga lain yang berhasil menghadirkan program beasiswa bagi 26 mahasiswa. Kerja sama juga terus diperluas dengan berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri, perusahaan seperti Summarecon, Rumah Sakit Hermina Bitung, Torabika, PLN, hingga berbagai sektor industri.

Selain memperkuat kolaborasi, Prof. Francisca juga menetapkan sasaran strategis yang jelas dan terukur sebagai arah pengembangan UNIPI selama periode kepemimpinannya. Dalam jangka pendek, fokus utama adalah memastikan penerimaan mahasiswa baru (PMB) mampu mencapai target yang telah ditetapkan, sekaligus menjaga kondisi keuangan institusi tetap sehat, kuat, dan berkelanjutan sebagai fondasi pengembangan kampus.

Sementara itu, dalam jangka panjang, UNIPI akan memperluas layanan pendidikan dengan membuka Program Studi Magister (S2) Ilmu Komputer sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia di bidang teknologi dan transformasi digital. Di saat yang sama, peningkatan mutu akademik akan terus dipacu melalui target meraih Akreditasi Unggul sebagai wujud komitmen menjadikan UNIPI semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami ingin UNIPI tidak hanya bertumbuh dari sisi jumlah mahasiswa, tetapi juga semakin kuat dari sisi kualitas dan tata kelola. Target jangka pendek kami adalah memastikan PMB mencapai target dan kondisi keuangan kampus tetap sehat. Sedangkan target jangka panjangnya adalah membuka Program Magister Ilmu Komputer serta membawa UNIPI meraih Akreditasi Unggul. Inilah komitmen kami untuk membangun UNIPI yang semakin maju dan berdaya saing global,” ujar Prof. Francisca.

Ia menambahkan, keberhasilan target tersebut akan ditopang melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, sehingga setiap program pengembangan kampus memiliki dukungan nyata dari pemerintah, dunia usaha, industri, akademisi, dan media.

Prof. Francisca juga menekankan bahwa media memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi.

“Media bukan hanya menjadi sarana publikasi, tetapi mitra strategis untuk membangun reputasi, memperluas jejaring, menyebarkan inovasi kampus, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan,” katanya.

Melalui kepemimpinan periode keduanya, Prof. Francisca menargetkan UNIPI semakin dikenal sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perubahan global, unggul dalam kualitas pendidikan, kuat dalam kolaborasi lintas sektor, serta konsisten melahirkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version