POJOKNUSANTARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang tengah menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang guna mencegah terulangnya kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk. Langkah utama yang akan diambil adalah membangun infrastruktur toren dan tandon air di titik-titik strategis sekitar kawasan TPA.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa penambahan fasilitas penampungan air ini bertujuan untuk mempercepat respons pemadaman jika sewaktu-waktu muncul titik api baru akibat cuaca kemarau. Saat ini, pihak Perumdam Tirta Kerta Rahardja (PDAM) sudah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan teknis.
“Selain melakukan penyiraman, untuk mencegah terjadinya kebakaran, ke depan kita juga akan membangun tandon air dan toren air,” ujar pria yang akrab disapa Rudi Maesyal tersebut, Senin (13/7).
Sebagai langkah awal, Pemkab Tangerang menyiapkan dua unit toren utama berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Selain itu, sejumlah toren pendukung dengan kapasitas 500 liter, 1.000 liter, hingga 2.000 liter, serta mesin pompa alkon juga disiagakan di area TPA untuk mempercepat distribusi air.
Meski kobaran api utama sudah dipastikan padam total sejak hari ke-11, Rudi menjelaskan proses pembasahan (cooling down) tetap digencarkan secara menyeluruh dari dasar hingga puncak gunungan sampah. Hal ini dilakukan sesuai instruksi Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) demi memastikan tidak ada bara api tersembunyi.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menambahkan bahwa selain memperkuat pasokan air, pihaknya juga memanfaatkan teknologi drone thermal. Kamera pemindai panas pada drone ini digunakan sebagai sistem deteksi dini untuk memantau potensi titik panas di sepanjang musim kemarau agar kebakaran tidak meluas kembali.
(Der)

