Lampung – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau kembali meningkat dan berpotensi menyebabkan sebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah di Provinsi Lampung. Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi seluruh rekomendasi dari otoritas kebencanaan.
BPBD menegaskan masyarakat tidak perlu panik, namun diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Warga juga diimbau menggunakan masker saat berada di luar ruangan serta menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah guna mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
Selain itu, masyarakat diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius minimal lima kilometer dari kawah aktif. Warga juga diingatkan untuk menjauhi kawasan pantai dan pesisir yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan atau iritasi akibat paparan abu.
BPBD Provinsi Lampung turut mengimbau masyarakat menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, perlengkapan darurat, dan obat-obatan. Warga diminta terus mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG, PVMBG, dan BPBD serta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Tetap tenang, jangan panik, namun patuhi seluruh imbauan resmi dan hindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi,” tegas BPBD Provinsi Lampung.
BPBD juga meminta masyarakat segera menghubungi BPBD di kabupaten/kota setempat apabila terjadi kondisi darurat atau membutuhkan bantuan kebencanaan. Hingga saat ini, BPBD bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau untuk memastikan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan berjalan optimal.


