TANGERANG — Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terus bekerja merespons berbagai kebutuhan masyarakat selama satu tahun masa kepemimpinannya bersama Bupati Moch. Maesyal Rasyid periode 2025–2026.
Dalam refleksi satu tahun capaian kinerja di Pendopo Bupati Tangerang, Selasa (10/3/2026), Intan menyebut dinamika pembangunan di wilayah dengan jumlah penduduk sekitar 3,6 juta jiwa menuntut pemerintah daerah bergerak cepat dan responsif terhadap berbagai laporan masyarakat.
“Satu tahun itu terasa sangat singkat. Saya dan Pak Bupati rasanya tidak pernah benar-benar libur, karena hampir setiap hari kami merespons laporan masyarakat, baik terkait infrastruktur, pelayanan publik, maupun persoalan sosial lainnya,” kata Intan.
Ia menyoroti salah satu keluhan yang kerap disampaikan warga, yakni terkait kondisi jalan rusak di sejumlah wilayah. Menurutnya, keterlambatan perbaikan sebagian ruas jalan tidak lepas dari dampak pengalihan anggaran daerah pada masa pandemi COVID-19 pada 2020–2022.
Intan menjelaskan, percepatan pembangunan infrastruktur baru dapat dilakukan secara lebih masif sejak 2023 seiring dengan mulai pulihnya kondisi fiskal daerah.
Meski demikian, ia mengakui kritik dan keluhan masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media sosial, merupakan hal yang wajar dalam proses pembangunan di wilayah yang memiliki cakupan administrasi luas.
“Kami mengelola wilayah seluas sekitar 1.100 kilometer persegi dengan 29 kecamatan, 246 desa, dan 28 kelurahan. Kalau masih ada masyarakat yang belum puas, itu hal yang wajar. Semua membutuhkan proses,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Intan juga menekankan pentingnya peran media massa sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi sekaligus memberikan masukan.
Ia mencontohkan penanganan cepat persoalan pembuangan sampah liar di Desa Jatake, Kecamatan Pagedangan, yang dapat segera ditindaklanjuti setelah mendapat sorotan dari awak media.
“Teman-teman media adalah mata dan telinga pemerintah. Jika ada persoalan yang luput dari perhatian, seperti RTLH atau sampah, justru itu menjadi masukan penting bagi kami untuk melakukan perbaikan,” kata Intan.
Selain itu, Intan juga mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tangerang untuk aktif menyosialisasikan program unggulan pemerintah melalui media sosial.
Menurutnya, ASN harus memiliki pemahaman yang kuat mengenai program kerja pemerintah atau product knowledge agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Kalau bekerja di pusat perbelanjaan saja harus tahu produk yang dijual, ASN juga harus tahu program pemerintah apa yang sedang dijalankan. Di era digital ini, kita harus menunjukkan hasil kerja agar masyarakat tahu pemerintah terus bekerja,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Intan optimistis berbagai visi dan misi pembangunan Kabupaten Tangerang dapat tercapai hingga akhir masa jabatan pada 2029.
Ia menilai sejumlah penghargaan yang diraih dari pemerintah pusat maupun provinsi menjadi indikator bahwa kualitas pelayanan publik di Kabupaten Tangerang terus mengalami peningkatan.
(San)


