JAKARTA — Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) turut ambil bagian dalam forum internasional ThinkTNE Forum 2026 yang diselenggarakan oleh British Council pada Selasa, 4 Februari 2026, bertempat di Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian East Asia Education Week 2026 dengan tema besar “Multilateral Partnerships in Transnational Education (TNE)”.

Kehadiran UNIPI dalam forum bergengsi tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah pendidikan tinggi global, sejalan dengan arah strategis pascakunjungan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya pendidikan dalam mengangkat harkat dan martabat bangsa.
Rektor UNIPI, Prof. Dr. Francisca Sestri, mengungkapkan bahwa undangan forum ini disampaikan melalui koordinasi Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Prof. Stella Christie, yang melibatkan pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta melalui LLDIKTI.
“Informasi terbatas dari Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., langsung disampaikan kepada para pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di wilayah Jawa Barat dan Banten, termasuk UNIPI,” ujar Prof. Francisca.
Dalam kesempatan tersebut, UNIPI diwakili oleh Dewiana Novitasari, S.E., M.Si., DBA dan Shofwatun Hasna, S.Pd., M.Sc, yang mengikuti berbagai sesi strategis bersama pemimpin pendidikan tinggi, pembuat kebijakan, dan praktisi dari Inggris serta kawasan Asia Timur.

Forum dibuka dengan sambutan resmi dari H.E. Professor Brian Yuliarto, Ph.D., Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, yang menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi.
Selain itu, H.E. Professor Stella Christie, Ph.D., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, turut menekankan pentingnya penguatan ekosistem pendidikan tinggi berbasis sains dan kemitraan lintas negara guna meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.
Berbagai diskusi dalam forum menyoroti evolusi Transnational Education (TNE), tantangan geopolitik dan ekonomi global, hingga perubahan ekspektasi mahasiswa internasional.
Kemitraan multilateral yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci dalam memperkuat reputasi akademik serta meningkatkan keterkaitan pendidikan tinggi dengan graduate employability.
Salah satu sorotan utama forum adalah bagaimana persepsi global seperti academic reputation dan employer reputation menjadi faktor penting dalam pemeringkatan universitas dunia, yang dapat diperkuat melalui kerja sama internasional yang bermakna.
Menurut Prof. Francisca, partisipasi UNIPI dalam forum ini merupakan langkah strategis untuk memperluas wawasan global serta membuka peluang kolaborasi internasional.
“Kehadiran delegasi UNIPI menjadi bagian dari upaya institusi dalam menyelaraskan pengembangan universitas dengan praktik terbaik global,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., menyampaikan bahwa partisipasi perguruan tinggi swasta dari wilayah Jawa Barat dan Banten mempertegas dukungan terhadap internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia.
“Ini merupakan komitmen bersama untuk mendorong pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing global,” ujarnya.
Melalui keikutsertaan aktif dalam ThinkTNE Forum 2026, UNIPI diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun model kemitraan transnasional yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi strategis Indonesia dalam lanskap pendidikan tinggi internasional.
(Sand)


