Taklimat Presiden di Istana, UNIPI Tegaskan Komitmen Dukung Pembangunan SDM Unggul

Dery20
By Dery20

Jakarta — Lebih dari 1.200 rektor, dekan, dan guru besar dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menghadiri Taklimat Presiden Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan mewujudkan kemandirian bangsa.

Pimpinan Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen institusi pendidikan tinggi dalam merespons arah kebijakan nasional, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul, inovatif, dan berdaya saing global.

Dalam arahannya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan gambaran komprehensif terkait tantangan bangsa di tengah dinamika geopolitik global, transformasi ekonomi, serta percepatan digitalisasi.Presiden menekankan pentingnya penguatan kewirausahaan dan sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah.

Presiden juga menegaskan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, harus mampu berdiri mandiri melalui terobosan riset di sektor industri, ketahanan pangan, hilirisasi, dan energi. Untuk mendukung agenda tersebut, pemerintah berencana menambah anggaran riset nasional sekitar Rp4 triliun.

Presiden menilai pimpinan perguruan tinggi dan guru besar sebagai figur strategis yang memiliki peran penting dalam mengoptimalkan kapasitas akademik demi kesejahteraan rakyat. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga agen perubahan sosial dan ekonomi.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., menilai Taklimat Presiden sebagai momentum penting untuk memperkuat peran strategis perguruan tinggi dalam pembangunan nasional. Ia berharap arahan Presiden dapat diterjemahkan secara konkret ke dalam kebijakan akademik dan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan SDM yang unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman. Fakultas-fakultas di bidang sosial, budaya, dan humaniora memiliki peluang besar untuk mengimplementasikan arahan Presiden melalui kurikulum adaptif, riset kontekstual, serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung,” ujar Dr. Lukman.

Ia juga berharap Taklimat Presiden membawa keberkahan dan semangat baru bagi seluruh perguruan tinggi, termasuk PTN dan PTS di wilayah Jawa Barat dan Banten, agar terus berinovasi dan memperkuat kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Sementara itu, Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) terpilih periode 2026–2027, Prof. Ir. Harits Nu’uman, M.T., Ph.D., I.P.U., berharap Taklimat Presiden dapat menjadi forum komunikasi strategis yang berkelanjutan antara pemerintah dan perguruan tinggi.

“Dengan sinergi yang kuat, perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat keunggulan akademik, tetapi juga pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) Tangerang, Prof. Dr. Francisca Sestri, S.E., M.M., menegaskan bahwa Taklimat Presiden menjadi penanda penting bagi penguatan peran perguruan tinggi dalam membangun kemandirian bangsa melalui pembangunan SDM unggul.

“Taklimat Presiden ini memberikan arah yang sangat jelas bahwa perguruan tinggi, baik PTN maupun PTS, memiliki tanggung jawab strategis dalam menyiapkan SDM yang berkarakter, adaptif, dan berdaya saing global,” kata Prof. Francisca.

Menurutnya, UNIPI memandang arahan tersebut sebagai panggilan untuk terus memperkuat kualitas akademik, riset terapan, serta kolaborasi dengan dunia industri dan pemerintah.

Prof. Francisca juga menekankan pentingnya kebijakan yang adil dan inklusif bagi seluruh perguruan tinggi, khususnya dalam pemerataan akses pendanaan riset, pengembangan kapasitas dosen, serta percepatan transformasi digital kampus.

“Perguruan tinggi swasta memiliki potensi besar sebagai mitra strategis pemerintah. Kami berharap adanya kebijakan yang menjamin keadilan akses, termasuk pengelolaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang lebih efektif dan tepat sasaran, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kualitas SDM,” ujarnya.

Dari UNIPI, turut hadir Dekan Fakultas Bisnis, Dr. Marhaendro P., S.E., M.Si., yang menekankan pentingnya penguatan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Ia menilai transformasi ekonomi nasional menuntut integrasi kompetensi manajerial, kewirausahaan, dan literasi digital secara lebih aplikatif.

Ia juga mendorong dukungan pemerintah terhadap pengembangan program technopreneurship, inkubasi bisnis kampus, serta hilirisasi hasil riset agar lulusan perguruan tinggi tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.

“Fakultas Bisnis UNIPI siap berperan aktif membangun jejaring strategis agar Taklimat Presiden ini tidak berhenti pada tataran normatif, tetapi benar-benar terimplementasi melalui kolaborasi lintas PTN dan PTS,” pungkasnya.

 

(Sandhy)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *