Sinergi Lintas Sektor, Wabup Tangerang Perkuat Pencegahan Radikalisme di Kalangan Pelajar

Sinergi Lintas Sektor, Wabup Tangerang Perkuat Pencegahan Radikalisme di Kalangan Pelajar

Dery20
By Dery20

TANGERANG — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, membuka secara resmi kegiatan Sinergi Lintas Sektor Pencegahan Radikalisme di kalangan peserta didik SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Selasa (3/2/2026).

Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter, keteladanan, serta nilai-nilai kebangsaan sebagai benteng utama dalam mencegah masuknya paham radikalisme di lingkungan pelajar.

“Benteng terbaik untuk melawan radikalisme adalah pendidikan karakter, keteladanan, dan penguatan nilai kebangsaan. Pencegahan harus dilakukan sejak dini, khususnya di tingkat SMA, dengan melibatkan guru dan murid serta didukung narasumber yang berkompeten,” ujar Intan.

Ia menjelaskan, radikalisme tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan, namun kerap masuk secara halus melalui informasi menyesatkan, ujaran kebencian, hingga ajakan yang dibungkus seolah-olah sebagai kebenaran tunggal. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak lintas sektor.

“Radikalisme sering kali menyusup melalui ujaran kebencian dan informasi yang menyesatkan. Ini menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga dunia pendidikan, keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, hingga para pelajar itu sendiri sebagai kelompok yang rentan,” tegasnya.

Selain itu, Wabup Intan juga menyoroti pentingnya penguasaan literasi digital dan sikap bijak dalam bermedia sosial. Menurutnya, di era digital saat ini, paham radikal dan konten intoleran banyak menyebar melalui platform digital yang kerap diakses pelajar.

“Kita tidak bisa membatasi akses informasi digital anak-anak. Yang bisa kita lakukan adalah membekali mereka dengan pemahaman agar bijak dalam menggunakan media sosial. Apa yang diunggah, dibagikan, dan dikonsumsi harus dipikirkan secara matang, karena ujaran kebencian saja sudah melanggar undang-undang,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, serta bebas dari pengaruh intoleransi dan radikalisme.

“Ketika pemerintah, sekolah, orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pelajar berjalan bersama, maka ruang bagi paham-paham yang merusak persatuan akan semakin sempit,” imbuhnya.

Wabup Intan berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan berjenjang sebagai upaya pencegahan dini. Ia menilai, penguatan pemahaman pelajar mengenai bahaya radikalisme akan membuat mereka tidak mudah terpengaruh, bahkan mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.

“Anak-anakku semua adalah estafet kepemimpinan bangsa ini. Di pundak kalian masa depan daerah dan negara dititipkan. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas, agar paham radikalisme di Kabupaten Tangerang tidak mendapat ruang sama sekali,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh guru pendamping serta perwakilan siswa SMA/SMK se-Kabupaten Tangerang. Sejumlah narasumber dihadirkan, antara lain dari unsur Densus 88, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta lembaga sosial tingkat Provinsi Banten, sebagai bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan radikalisme di lingkungan pendidikan.

 

(Sandhy)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *