Bandung — Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) Tangerang menghadiri forum strategis yang digelar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV guna membahas percepatan peningkatan jumlah Guru Besar di perguruan tinggi swasta (PTS). Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Bandung, Kamis (5/3/2026).
Forum ini merupakan bagian dari rangkaian Pelantikan dan Rapat Kerja Paguyuban Guru Besar Tahun 2026 yang diikuti pimpinan perguruan tinggi swasta di wilayah Jawa Barat dan Banten.
Rektor Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., selaku tuan rumah kegiatan, menegaskan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, khususnya melalui percepatan lahirnya Guru Besar.
Menurutnya, Guru Besar memiliki peran strategis dalam membangun budaya akademik yang kuat, mendorong lahirnya riset berkualitas, serta meningkatkan reputasi perguruan tinggi.

“Forum ini diharapkan menjadi wadah berbagi pengalaman dan strategi antarperguruan tinggi dalam mendorong percepatan jabatan akademik dosen hingga mencapai jenjang Guru Besar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., menegaskan bahwa peningkatan jumlah Guru Besar di perguruan tinggi swasta menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kualitas institusi pendidikan tinggi.
Ia menyampaikan bahwa Guru Besar tidak hanya menjadi simbol pencapaian akademik tertinggi bagi dosen, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan riset, inovasi, serta peningkatan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

“Perguruan tinggi perlu terus mendorong para dosen yang telah memenuhi syarat untuk segera mengajukan jabatan akademik Guru Besar. LLDIKTI Wilayah IV juga akan memberikan pendampingan dan dukungan agar proses percepatan ini dapat berjalan dengan baik,” kata Lukman.
Dalam forum tersebut turut dibahas sejumlah agenda strategis, mulai dari identifikasi kendala percepatan kenaikan jabatan akademik dari Lektor Kepala menuju Guru Besar, strategi pendampingan bagi calon Guru Besar, hingga penguatan ekosistem riset dan publikasi ilmiah bereputasi.
Di sisi lain Rektor UNIPI Tangerang menegaskan bahwa partisipasi UNIPI dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dosen.
“Partisipasi UNIPI dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat budaya riset, meningkatkan publikasi ilmiah, serta mendorong percepatan karier akademik dosen,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., yang merupakan Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba) masa bakti 2025–2029 sekaligus Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) periode 2026–2027, turut hadir sebagai narasumber.
Dalam paparannya, ia menyoroti masih lambatnya peningkatan jumlah Guru Besar di wilayah Jawa Barat dan Banten, sehingga diperlukan langkah strategis dan kolaborasi yang lebih kuat antarperguruan tinggi untuk mempercepat proses tersebut.
Dengan semakin banyaknya dosen yang meraih jabatan Guru Besar, perguruan tinggi swasta diharapkan dapat semakin berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, serta peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.
(San)


