Kolaborasi Warga dan Pemerintah, Gerakan ASRI Hidupkan Budaya Bersih Di Kelapa Dua

Kolaborasi Warga dan Pemerintah, Gerakan ASRI Hidupkan Budaya Bersih Di Kelapa Dua

Dery20
By Dery20

TANGERANG – Pemerintah Kecamatan Kelapa Dua resmi menggulirkan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) sebagai langkah konkret memperkuat program kebersihan lintas level pemerintahan, mulai dari pusat hingga daerah. Program ini diawali dengan aksi bersih-bersih serentak setiap hari Kamis dan ditargetkan menjadi budaya kolektif masyarakat.

Sekretaris Kecamatan Kelapa Dua, Dwi Chandra Budiman, menegaskan bahwa Gerakan ASRI tidak berhenti pada kegiatan simbolik, melainkan diperkuat melalui kebijakan nyata di lapangan. Salah satunya dengan menerbitkan surat edaran yang menyasar berbagai elemen strategis di wilayah tersebut.

“Gerakan ini adalah tindak lanjut program pemerintah yang harus berkelanjutan. Kami mulai dengan aksi rutin setiap Kamis, dan akan diperkuat melalui surat edaran kepada institusi pendidikan, pelaku usaha, hingga developer perumahan,” ujar Dwi.

Ia mengungkapkan, Kecamatan Kelapa Dua sejauh ini telah menunjukkan capaian positif dalam pengelolaan kebersihan. Kondisi lingkungan dinilai relatif bersih dari sampah liar, baik di ruas jalan maupun aliran sungai.
Menurutnya, hal ini tidak lepas dari konsistensi pengangkutan sampah yang berjalan optimal melalui kolaborasi antara armada kecamatan dan UPT 6 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang.

“Alhamdulillah, Kelapa Dua termasuk wilayah yang minim sampah liar. Ini hasil kerja sama yang solid dalam pengangkutan sampah secara rutin dan terjadwal,” katanya.

Selain itu, penguatan pengelolaan sampah juga dilakukan dari tingkat lingkungan melalui implementasi TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle) di sejumlah RW. Program ini berjalan beriringan dengan bank sampah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah dari sumbernya.

“Di beberapa RW, TPS3R sudah berjalan dan terintegrasi dengan bank sampah. Masyarakat dilibatkan langsung untuk memilah sampah dari rumah, sehingga tidak semuanya berakhir di TPA,” jelas Dwi.

Meski demikian, tantangan masih dihadapi, terutama terkait penumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS). Kondisi ini dipicu oleh terbatasnya operasional Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang saat ini tengah menjalani pembenahan sarana dan prasarana.

“Kami menghadapi kendala di TPS akibat pembatasan operasional di TPA Jatiwaringin. Antrean truk sampah cukup panjang, bahkan ada yang harus menginap untuk bisa membuang sampah,” ungkapnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak kecamatan terus mendorong penguatan pengelolaan sampah dari hulu melalui edukasi dan kampanye masif penerapan prinsip 3R di tengah masyarakat.

“Kuncinya ada di hulu. Kami akan terus mengedukasi masyarakat agar mampu mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah. Dengan begitu, volume sampah ke TPA bisa ditekan secara signifikan,” pungkas Dwi.

Gerakan ASRI diharapkan menjadi momentum kolektif dalam membangun kesadaran lingkungan sekaligus menciptakan kawasan permukiman yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di wilayah Kelapa Dua.

 

(Sandhy)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *