POJOKNUSANTARA – Gelaran Hunter Festival 2026 yang dijadwalkan menghentak Samanea Kuliner Junction pada 25 April 2026 mendatang, dipastikan menjadi peristiwa bersejarah bagi industri musik lokal. Bukan sekadar konser biasa, festival ini resmi diproyeksikan sebagai panggung reuni akbar bagi deretan band reggae senior yang lahir dan besar di Tangerang.
Para musisi yang kini telah memiliki nama besar di kancah nasional, seperti Momonon hingga Republik 21, akan “pulang kampung” untuk merayakan akar rumput yang telah membesarkan mereka. Kehadiran para legenda lokal ini menjadi simbol konsistensi pergerakan musik dari wilayah penyangga Jakarta yang tetap solid melintasi zaman.
Surya, Promotor yang merancang konsep kreatif acara ini, menegaskan bahwa elemen reuni adalah nyawa dari Hunter Festival 2026. Menurutnya, mempertemukan kembali para pionir reggae asal Tangerang dalam satu panggung adalah langkah strategis untuk memperkuat solidaritas komunitas.
“Kami ingin menciptakan ruang di mana musik reggae bukan hanya menjadi tontonan, tapi sebuah gerakan budaya yang kembali solid. Ini adalah reuni bagi mereka yang mengawali karier dari bawah hingga dikenal luas secara nasional,” ujar Surya.
Kokoh Wahyu, Project Director yang bertanggung jawab penuh atas eksekusi teknis, menjamin atmosfer festival akan sangat kental dengan nuansa persaudaraan. Ia memastikan bahwa energi dari panggung reuni ini akan tersampaikan secara maksimal kepada audiens melalui flow acara yang dinamis.
“Tugas kami memastikan visi kreatif dari promotor teraplikasi sempurna. Kami menyiapkan atmosfer yang mendukung kebangkitan energi musik reggae, sehingga pesan persaudaraan ini sampai ke penonton,” jelas Wahyu.
Senada dengan semangat tersebut, Arie, vokalis Republik 21, menyebut Hunter Festival 2026 sebagai titik balik eksistensi komunitas. Sebagai salah satu band yang lahir dari rahim musik Tangerang, ia melihat acara ini sebagai pembuktian bahwa regenerasi reggae masih terus berjalan.
“Kami hadir di sini dengan misi besar membangkitkan kembali musik reggae. Kami ingin membuktikan bahwa energi reggae di Indonesia masih sangat besar. Ini saatnya kita kembali bersuara,” tegas Arie.
Kembalinya para pahlawan lokal ke tanah kelahiran ini dipastikan akan semakin semarak dengan kehadiran deretan ikon reggae nasional lainnya. Panggung Hunter Festival 2026 bakal menjadi saksi kolaborasi lintas generasi, di mana energi Coconuttreez, Dhyo Haw, Sejedewe, hingga High Therapy akan melebur dalam satu frekuensi yang sama.
Tak hanya mengandalkan nama-nama besar, festival ini juga memberikan ruang bagi talenta-talenta potensial seperti Ballereoth, Smile Morning, Feel High, Sultan Fraya, Moral Dilema, DJ Dad, hingga R-Austix untuk turut memperkuat fondasi kebangkitan reggae di tahun ini.
Dengan perpaduan apik antara narasi reuni dan kualitas produksi yang mumpuni, Hunter Festival 2026 bukan sekadar konser musik, melainkan sebuah standar baru bagi perhelatan komunitas di wilayah Tangerang Raya dan sekitarnya.
Mengingat gelaran ini bersifat khusus dewasa (18+), penyelenggara menekankan pentingnya kedewasaan dalam berapresiasi. Bagi para pecinta musik yang tidak ingin melewatkan momen sejarah reuni akbar ini, akses pembelian tiket telah dibuka secara resmi melalui laman https://Hunterfestivalgroup.com.
(Der)


