TANGERANG — Intensitas hujan tinggi yang terjadi selama tiga hari terakhir sejak Sabtu hingga Senin mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang. Beberapa kecamatan yang terdampak di antaranya Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji, Sukadiri, Mauk, Kronjo, Tigaraksa, Jayanti, Sepatan, serta beberapa kecamatan lainnya.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Drs. H. Achmad Taufik, M.Si, menyampaikan bahwa banjir terparah terjadi pada Senin, 12 Januari 2026, khususnya di Kecamatan Kosambi. Wilayah terdampak meliputi Desa Salembaran Jati, Salembaran Jaya, Kosambi Barat, Dadap, dan Jati Mulya.
“Pada Senin, 12 Januari 2026, ketinggian banjir di wilayah Kosambi berkisar antara 20 sentimeter hingga 80 sentimeter. Beberapa warga terpaksa dievakuasi, khususnya di Jati Mulya, Kosambi Barat, dan Salembaran Jaya,” ujar Achmad Taufik.

Ia menambahkan, BPBD Kabupaten Tangerang juga mendampingi Bupati Tangerang dalam peninjauan langsung ke lokasi banjir di Kecamatan Kosambi, sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.
“Logistik sudah kami distribusikan sekitar 50 persen ke titik-titik banjir kepada masyarakat terdampak. Selain itu, kami juga melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan penanganan,” katanya.
Selain Kosambi, banjir juga terjadi di wilayah Kecamatan Pasar Kemis, tepatnya di Desa Gelam Jaya, serta beberapa kecamatan lainnya. Namun, kondisi banjir di wilayah tersebut tidak separah di Kosambi dan sebagian besar wilayah sudah mulai berangsur surut.
Untuk titik pengungsian, lanjut Achmad Taufik, sebagian besar disiapkan oleh kepala desa dan lurah setempat, dengan konsentrasi utama berada di Kecamatan Kosambi sebagai wilayah terdampak paling parah.
“Di kecamatan lain, kondisi relatif seperti tahun-tahun sebelumnya dan saat ini hampir seluruhnya sudah surut,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama BPBD dan stakeholder terkait juga telah menggelar rapat koordinasi bersama Bupati Tangerang guna membahas solusi penanganan banjir, khususnya di wilayah Kosambi.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi.
“Kami mengajak camat, kepala desa, lurah, RT, RW, serta masyarakat untuk bergotong royong membersihkan saluran air dari sumbatan sampah. Apabila banjir terjadi, mari saling membantu dan bahu membahu,” imbaunya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang saat ini dalam kondisi siap siaga menghadapi potensi bencana banjir melalui koordinasi lintas sektor. BPBD sendiri memiliki 14 titik pos pemadam kebakaran yang juga melayani kebencanaan.
“Pemerintah daerah siap hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang terdampak banjir,” pungkasnya.
(Sandhy)


