POJOKNUSANTARA – Di balik riuhnya denting sendok dan aroma menggoda yang menyeruak dari deretan tenant di G-Town Square, Gading Serpong, ada sosok perempuan yang memperhatikan dengan saksama. Ia bukan sekadar pengunjung, melainkan arsitek di balik ekosistem tersebut. Dialah Gita Swarantika, sosok pengusaha muda visioner yang kini mengemban amanah sebagai Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PDI Perjuangan.
Bagi Gita, politik dan bisnis kuliner bukanlah dua dunia yang berseberangan. Keduanya adalah jalan untuk satu tujuan: memastikan dapur rakyat tetap mengepul.
- Keanggunan dalam Pengabdian

Melihat sosok Gita, banyak yang terkesan dengan wajahnya yang selalu segar dan senyumnya yang ramah. Namun, di balik paras cantiknya, tersimpan ketangguhan seorang pengusaha yang terbiasa bekerja keras di lapangan. Ia mematahkan stigma bahwa dunia politik yang keras hanya milik kaum pria. “Kecantikan bagi saya adalah keberanian untuk tampil di depan membela mereka yang tidak punya suara,” ujar Gita rendah hati.
- Dari Meja Makan ke Meja Kebijakan

Perjalanan politik Gita tidak dimulai dari podium orasi yang kaku, melainkan dari debu jalanan dan keberanian para pelaku UMKM. Sebagai pemilik GS Food Management, ia telah lama bergelut dengan realitas ekonomi akar rumput. Ia memahami betul getir dan manisnya membangun usaha dari nol.
“Saya melihat mata para pedagang setiap hari. Di sana ada harapan besar, tapi sering kali terbentur aturan birokrasi yang rumit atau akses modal yang tertutup,” ungkap Gita. Kesadaran inilah yang membawanya terjun ke medan politik. Ia ingin membawa suara dari balik gerobak dagangan langsung ke meja kebijakan di parlemen.
- Pionir “Roadshow Kuliner Viral Indonesia”

Kiprah Gita tidak berhenti di Tangerang. Sebagai pengusaha yang tanggap akan tren digital, ia mempelopori gerakan Roadshow Kuliner Viral Indonesia. Sebuah festival kuliner kolosal yang telah menyambangi lebih dari 32 kota besar di tanah air, mulai dari Bandung, Semarang, hingga Surabaya.
Dalam setiap festivalnya, Gita memboyong ratusan UMKM dengan ribuan varian menu—mulai dari resep legendaris hingga makanan estetik ala Bangkok yang tengah digandrungi Gen Z. Melalui roadshow ini, ia menciptakan panggung bagi rakyat kecil untuk naik kelas.
“Politik bagi saya adalah diplomasi rasa. Jika kita bisa membuat UMKM kita viral dan dicintai di berbagai kota, artinya kita sedang membangun ketahanan ekonomi nasional dari bawah,” tambahnya.
- Politik yang Membumi di Dapil 6

Dikenal sebagai wakil dari Dapil 6 (Pagedangan, Cisauk, Kelapa Dua, Legok), Gita membawa gaya kepemimpinan yang cair. Ia kerap melepas atribut formalnya untuk duduk bersila di teras rumah warga atau berdiskusi dengan ibu-ibu pengajian. Ia tidak bicara dengan bahasa langit; ia bicara tentang harga pangan, pendidikan anak, dan kemudahan izin usaha.
Sebagai representasi PDI Perjuangan, ia memegang teguh prinsip “Wong Cilik”. Namun, sebagai pengusaha muda, ia menyuntikkan inovasi modern dalam memperjuangkan nasib rakyatnya. Ia adalah jembatan antara nilai-nilai luhur gotong royong dengan tuntutan dunia modern yang serba cepat.
- Membangun “Rumah Besar” bagi Kreativitas

Statusnya sebagai owner G-Town Square memberinya perspektif unik di DPRD. Ia vokal menyuarakan agar pembangunan di Kabupaten Tangerang tidak hanya berpusat pada hutan beton industri, melainkan juga pada penciptaan ruang kreatif bagi pemuda dan perempuan.
Ia bermimpi setiap sudut Tangerang memiliki sentra ekonomi sehidup G-Town, di mana anak muda tidak lagi bingung mencari kerja, melainkan sibuk menciptakan peluang.
(DER/SAN)


