POJOKNUSANTARA – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Tangerang menabuh genderang perang terhadap praktik lintah darat yang meresahkan. Dalam sebuah langkah berani, MES resmi mendeklarasikan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti-Rentenir sebagai upaya memproteksi ekonomi masyarakat kecil dan pelaku UMKM.
Deklarasi ini menjadi poin paling krusial dalam Seminar Ekonomi Syariah yang digelar untuk mendorong lahirnya Peraturan Bupati (Perbup) tentang Ekonomi Syariah. Langkah ini dipandang bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendesak untuk menciptakan keadilan finansial.
Lindungi Kaum Lemah dengan Nilai Ta’awun
Ketua MES Kabupaten Tangerang, Dr. KH. Mohammad Mahrusillah, MA, menegaskan bahwa praktik ribawi adalah penghambat nyata kesejahteraan rakyat. Bagi MES, implementasi ekonomi syariah harus menyentuh sisi perlindungan bagi mereka yang rentan.
“Satgas Anti-Rentenir adalah wujud nyata ikhtiar kita membebaskan masyarakat dari jeratan ekonomi yang merugikan. Kami ingin nilai ta’awun (tolong-menolong) hadir sebagai solusi nyata bagi UMKM di Tangerang,” tegas KH. Mahrusillah.
Ia menambahkan, poin perlindungan ini akan diusulkan masuk ke dalam draf Perbup agar memiliki payung hukum yang kuat, bersanding dengan program Kawasan dan Wisata Ekonomi Halal.
LKM Syariah AKR Jadi Garda Terdepan
Langkah berani MES ini mendapat dukungan penuh dari PT LKM Syariah Artha Kerta Raharja (AKR). Direktur Utama LKM Syariah AKR, R. Deny Hikmat, menyatakan kesiapannya menyediakan akses modal yang sehat agar masyarakat tidak lagi melirik rentenir.
“Satgas ini harus dibarengi dengan solusi. Kami di LKM Syariah AKR siap bersinergi memastikan pelaku UMKM mendapatkan pembiayaan syariah yang amanah, mudah, dan kompetitif,” jelas Deny Hikmat.
Dukungan Penuh Tokoh Ekonomi Syariah
Tokoh penggerak ekonomi syariah Banten, KH Embay Mulya Syarief, menyebut inisiatif ini sebagai “Jihad Ekonomi”. Menurutnya, sistem yang merusak seperti rentenir harus segera digantikan dengan sistem syariah yang berkeadilan.
“Kita tidak bisa membiarkan masyarakat terus terjerat utang berbunga tinggi yang mencekik. Perbup nanti harus menjadi instrumen kuat untuk memastikan ekonomi syariah menjadi pilar utama perlindungan masyarakat bawah,” kata KH Embay dengan lugas.
4 Strategi Penguatan Ekonomi Daerah
Selain memerangi rentenir, MES Tangerang juga memaparkan empat program strategis lainnya:
-
Literasi Keuangan Syariah: Edukasi masif ke seluruh lapisan warga.
-
Kaderisasi Tingkat Desa: Membentuk penggerak ekonomi syariah hingga pelosok desa.
-
Kawasan UMKM Halal: Menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
-
Sertifikasi Halal Gratis: Pendampingan intensif bagi produk UMKM lokal.
Melalui kolaborasi ini, Kabupaten Tangerang diharapkan menjadi pionir dalam penerapan ekonomi syariah yang berdampak langsung pada kesejahteraan luas, menciptakan lingkungan usaha yang berkah dan bebas riba.


