POJOKNUSANTARA – PT Agung Sedayu Group (ASG) bersama anak perusahaannya PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)/PIK 2 menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tingkat desa/kelurahan se-Kabupaten Tangerang senilai Rp27,4 Miliar.
Penyerahan berlangsung dalam rangkaian acara sosialisasi KADARKUM dan bimbingan teknis perkoperasian di Hotel Yasmin, Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (6/12/2025).
Acara ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Menteri Koperasi Hj. Wahidah, perwakilan Jaksa Agung Muda RI, Kejaksaan Tinggi Banten, Danrem 052, Danrem Banten, dan Gubernur Banten Andra Soni.
Kemudian, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, serta Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah. Turut hadir camat se-Kabupaten Tangerang, pimpinan DPRD Kabupaten Tangerang, Dandim Tigaraksa, Kajari Kabupaten Tangerang, unsur TNI AU Satuan Radar Tanjung Kait, Kapolres Tangsel, Kapolres Metro Tangerang Kota, dan Sekda Kabupaten Tangerang.
Direktur Estate Management PT Agung Sedayu Group, Restu Mahesa, menjelaskan bahwa bantuan dana CSR tersebut ditujukan untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan berbasis koperasi. “Kami berkomitmen membantu meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui penguatan ekonomi koperasi,” ujarnya.
Restu merinci, ada sebanyak 274 koperasi menerima bantuan tersebut. Masing-masing koperasi memperoleh Rp100 juta, sehingga total dana CSR yang disalurkan mencapai Rp27,4 miliar. “Dana ini akan digunakan untuk mendukung kegiatan produktif di masing-masing koperasi,” tambahnya.
Resti menyebut, Program CSR ini merupakan bentuk kolaborasi antara PT Agung Sedayu Group, Kejaksaan Agung RI melalui Jamintel, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Pemerintah Kabupaten Tangerang.
“Sinergi ini dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan berlangsung tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tegasnya.
Pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan agar program berjalan efektif serta memberi dampak nyata bagi peningkatan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan. Pihak Agung Sedayu Group juga menegaskan dukungannya terhadap kebijakan pembangunan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai mampu memperkuat ekonomi masyarakat.
Agung Sedayu Group berharap program CSR ini dapat mendukung kemajuan pembangunan di Kabupaten Tangerang. Melalui penguatan koperasi, manfaat ekonomi diharapkan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh wilayah.
Sementara itu, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, saat ini Kabupaten Tangerang memiliki 246 Desa dan 28 Kelurahan, seluruhnya telah membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai wadah penguatan ekonomi kerakyatan.
Lanjut Bupati Tangerang, bahwa pada tahap pertama, CSR untuk koperasi telah diberikan kepada 60 KDKMP pada Kamis (16/10/2025) lalu. Dan pada saat ini, yaitu pada tahap kedua, CSR kembali disalurkan kepada 214 KDKMP untuk permodalan.
“Jadi total yang telah disalurkan selama tahun 2025 ini sebanyak 274 desa/kelurahan, dengan nominal anggaran keseluruhan sebesar Rp 27,4 Miliar. Dan ini merupakan CSR dari para pengembang yang ada di Kabupaten Tangerang, salah satunya PIK 2,” katanya.
Ditempat yang sama, Wakil Mentri Koperasi RI, Farida Farichah menilai sangatlah baik, karena bisa menghidupkan ekonomi ditingkat desa. Dirinya juga mengatakan kedepan juga akan dilakukan pembangunan fisik untuk gerai KDMP yang meliputi kantor kopreasi beserta gudang logistik. ” Ini merupakan kolaborasi bersama-sama untuk membesarkan koperasi desa kelurahan merah putih memastikan semua koperasi desa kelurahan merah putih yang ada di Kabupaten Tangerang bisa berjalan beroperasional,” ucapnya.
“Sehingga diawali dengan CSR 100 juta per desa dan kelurahan, semoga itu bisa dioptimalkan sambil menunggu pembangunan fisik gerai yang nantinya akan digunakan untuk kantor dan gudang, ” sambungnya..
Menurut Farida, meski daerah industri Kabupaten Tangerang juga memiliki potensi untuk melakukan produksi sayur mayur. Salah satunya, bawang merah yang telah dilakukan uji coba dan dinyatakan berhasil. Hal ini katanya, harus terus didorong agar kedepan Kabupaten Tangerang juga bisa memenuhi kebutuhan sayur mayur ke daerah-daerah lain di Indonesia.
“Artinya itu bisa menjadi salah satu potensi desa yang kemudian harus didorong. Nah itu terus didorong nanti bisa jadi salah satu unit usaha koperasi desa yaitu bertahani bawang selain untuk dikonsumsi sendiri kalo ini bisa diperbesar bisa untuk pemenuhan kebutuhan bawang di daerah-daerah yang lain,” pungkasnya. (Hen/Der)


