TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, tancap gas memastikan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak sekadar formalitas. Hal itu ditegaskan saat membuka Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan I Tahun 2026 di Aula Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tangerang, Rabu (15/4/2026).
Sebanyak 137 ketua koperasi mengikuti monev gelombang pertama. Jumlah yang sama akan kembali dievaluasi pada gelombang kedua yang dijadwalkan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro.
“Ini langkah awal untuk memastikan koperasi benar-benar berjalan, bukan hanya terbentuk secara administratif,” tegas Maesyal dalam sambutannya.
Ia menekankan, evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas pemanfaatan dana bantuan sebesar Rp100 juta per desa/kelurahan, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan.
“Kita ingin tahu apakah koperasi yang sudah mendapat support ini berjalan lancar atau masih ada hambatan. Harus ada kinerja nyata dan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran para narasumber dan pemangku kepentingan dalam forum tersebut menjadi bagian penting untuk mencari solusi konkret, terutama terkait persoalan suplai dan operasional koperasi.
Tak hanya itu, Maesyal juga mendorong koperasi agar aktif membangun kemitraan dengan potensi lokal, seperti sektor pertanian, hortikultura, hingga peternakan.
“Koperasi harus bisa menyerap hasil panen petani lokal, termasuk ternak ayam atau lele, untuk mendukung rantai pasok program pemerintah seperti MBG,” katanya.
Ia optimistis, jika sinergi dengan petani dan mitra lokal diperkuat, koperasi akan menjadi pilar penting dalam mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
“Monev ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar setiap kendala bisa segera ditemukan solusinya. Target kita, koperasi benar-benar mandiri dan berdampak,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, mengatakan monev difokuskan untuk memetakan persoalan koperasi secara komprehensif, mulai dari aspek kelembagaan, usaha hingga sumber daya manusia (SDM).
“Dari hasil evaluasi ini, kami akan menyusun rekomendasi strategis sebagai dasar pembinaan ke depan,” jelas Anna.
Ia menambahkan, proses monev dirancang interaktif melalui diskusi dan asistensi agar setiap persoalan yang muncul dapat langsung ditindaklanjuti.
“Harapannya, setiap kendala bisa direspons cepat dengan solusi konkret demi meningkatkan kinerja dan keberlanjutan koperasi,” pungkasnya.
(Sandhy)


