Puncak Arus Mudik, Jalur Selatan Bandung–Tasikmalaya Diserbu Pemudik Roda Dua

Puncak Arus Mudik, Jalur Selatan Bandung–Tasikmalaya Diserbu Pemudik Roda Dua

Dery20
By Dery20

Tasikmalaya, — Puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah mulai terlihat di jalur selatan Jawa Barat. Ruas Bandung–Tasikmalaya pada Kamis (19/03/2026).dipadati ribuan pemudik roda dua yang memadati badan jalan sejak pagi hingga malam hari.

Lonjakan volume kendaraan didominasi sepeda motor yang bergerak beriringan dalam antrean panjang. Kepadatan terjadi di sejumlah titik krusial, terutama di kawasan tanjakan, tikungan sempit, serta pusat keramaian yang menjadi simpul pertemuan arus kendaraan.

Laju lalu lintas pun terpantau melambat, bahkan sesekali tersendat akibat tingginya intensitas kendaraan.
Pantauan di lapangan menunjukkan arus kendaraan terus mengalir tanpa jeda, dengan dominasi pelat nomor dari wilayah perkotaan menuju daerah tujuan di Priangan Timur dan sekitarnya.

Kondisi ini menandai puncak pergerakan pemudik di jalur selatan yang menjadi alternatif favorit selain jalur tol.
Salah seorang pemudik, Dani, mengungkapkan bahwa kepadatan arus mudik tahun ini terasa lebih tinggi dibanding hari-hari sebelumnya. Ia mengaku harus menempuh perjalanan lebih lama akibat kemacetan di beberapa titik.

“Arus mudik arah selatan sudah membeludak oleh pemudik roda dua. Banyak titik macet, perjalanan jadi jauh lebih lama dari biasanya,” ujarnya.

Seiring meningkatnya volume kendaraan, potensi kerawanan seperti kecelakaan lalu lintas, kelelahan pengendara, hingga kepadatan ekstrem di titik rawan macet turut menjadi perhatian. Petugas gabungan dari kepolisian, dinas perhubungan, dan instansi terkait terlihat disiagakan di sepanjang jalur untuk melakukan pengaturan lalu lintas, rekayasa arus, serta membantu kelancaran perjalanan pemudik.

Selain itu, sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan juga telah dioperasikan guna memberikan fasilitas istirahat bagi pemudik, khususnya pengendara roda dua yang menempuh perjalanan jarak jauh.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik, menghindari titik rawan kepadatan, serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima. Pemudik juga diminta untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

Dengan tingginya intensitas pergerakan kendaraan pada hari ini, jalur selatan Bandung–Tasikmalaya dipastikan menjadi salah satu titik utama puncak arus mudik tahun ini, dengan potensi kepadatan yang masih akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.

 

(Sandhy)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *