TANGERANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melalui Tim Kerja Farmasi dan Pengawasan Keamanan Pangan (Farmakmin) menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Perencanaan Kebutuhan Obat Program (ROP) sekaligus Finalisasi Rencana Kebutuhan Obat (RKO) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat, 8–9 Januari 2026, di Hotel Vega Gading Serpong.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (SDKPM) Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Radianti Bulan M. Tobing, M.K.M. Dalam sambutannya, dr. Bulan menegaskan bahwa perencanaan kebutuhan obat harus dilakukan secara akurat, terpadu, dan berbasis data agar ketersediaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan dapat terjamin.
“Perencanaan kebutuhan obat memerlukan sinergi antara penanggung jawab kefarmasian puskesmas, pemegang program di Dinas Kesehatan dan puskesmas, Tim Kerja Farmasi dan Pengawasan Keamanan Pangan, serta Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan. Dengan demikian, kebutuhan obat yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan,” ujar dr. Radianti.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Farmakmin Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Evy Nursa’adah, S.Si., Apt., selaku ketua panitia, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan tahapan penting dalam siklus perencanaan obat daerah. Menurutnya, finalisasi RKO Tahun 2026 menjadi kunci dalam pengelolaan logistik obat di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Perencanaan obat yang akurat dan tepat waktu akan mendukung ketersediaan obat sesuai kebutuhan pasien, sekaligus meminimalkan terjadinya kekurangan maupun kelebihan stok obat,” jelas Evy.
Pertemuan koordinasi ini juga menghadirkan dua narasumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang memaparkan materi terkait kebijakan perencanaan kebutuhan obat, penerapan penggunaan obat rasional, serta optimalisasi pengelolaan logistik farmasi di tingkat daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain pemaparan materi, kegiatan diisi dengan pembahasan teknis dan finalisasi RKO obat rutin serta RKO obat program yang dilakukan secara bersama oleh Tim Perencanaan Obat Terpadu (TPOT), penanggung jawab program, dan tim farmasi puskesmas se-Kabupaten Tangerang.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang berharap dapat memperoleh perkiraan jenis dan jumlah kebutuhan obat yang tepat, meningkatkan penggunaan obat secara rasional, serta mengoptimalkan perencanaan kebutuhan obat, sehingga ketersediaan obat di seluruh puskesmas dapat terjamin secara tepat waktu, merata, dan berkelanjutan.
(San)


